PANGKEP – Dua pelajar di Pulau Sapuka, Kelurahan Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), meninggal dunia usai berpesta minuman berenergi yang dicampur spiritus bersama 11 pelajar lainnya.
Kasi Humas Polres Pangkep, AKP Imran, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa kedua korban tewas masing masing berinisial WA (16) dan SA (17).
“Keduanya berpesta minuman berenergi yang telah dioplos. Total pelajar yang terlibat dalam pesta minuman oplosan itu berjumlah 13 orang,” ungkap Imran, Jumat (6/2/2026).
Peristiwa itu, lanjut dia, bermula pada Selasa (3/2/2026). Saat itu, dua pelajar berinisial AB (16) dan SO (16) membeli minuman berenergi merek Kuku Bima.
Minuman tersebut kemudian dioplos dengan spiritus, air mineral, dan susu. Lalu pada pukul 12.00 WITA, WA, SA, AB, dan SO mengonsumsi minuman tersebut di belakang bangunan sekolah di Pulau Sapuka.
Selanjutnya, sekitar pukul 20.00 WITA, SA kembali membeli minuman berenergi dan spiritus lalu dioplos lagi sama seperti semula. Oplosan itu dibuat oleh WA kemudian dibawa ke Dermaga Batu, Pulau Sapuka.
Di lokasi tersebut, jumlah pelajar yang ikut mengonsumsi minuman oplosan bertambah menjadi sembilan orang, masing-masing berinisial IK (16), IN (16), AK (16), AM (17), AD (17), FA (16), DA (15), AR (16), dan SU (16).
“Jadi totalnya ada 13 pelajar yang mengonsumsi minuman oplosan tersebut,” imbuh Imran menjelaskan.
Keesokan harinya, kata Imran, WA mulai merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Pada Kamis (5/2/2026), WA dan SA dilarikan ke Puskesmas setempat karena kondisi kesehatan mereka terus memburuk.
Namun, nyawa keduanya tidak tertolong. WA meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WITA, sedangkan SA menyusul meninggal pada pukul 20.00 WITA di Puskesmas.
Sementara itu, 11 pelajar lainnya juga sempat mendapatkan perawatan medis. Enam orang telah dipulangkan, sedangkan lima pelajar lainnya masih menjalani perawatan intensif dan kemungkinan mereka akan dirujuk ke Rumah Sakit Batara Siang Pangkep untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk penjual spiritus yang menjual bahan tersebut kepada para pelajar. (***)

