SINJAI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sinjai mulai memperkuat strategi pengawasan jauh sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai.

Upaya ini dilakukan melalui kegiatan pendidikan pengawas partisipatif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan bertajuk Diskusi Tatap Muka Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) tersebut digelar di Aula Serbaguna Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sinjai, Senin (8/6/2026), dengan peserta dari beragam latar belakang.

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Sinjai yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sinjai, Akbar Juhamran.

Dalam sambutan tertulis bupati, ditegaskan bahwa keberhasilan pemilu yang jujur dan berintegritas merupakan tanggung jawab kolektif, tidak hanya penyelenggara pemilu.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan dan memperkuat jejaring. Peserta diharapkan mampu menjadi agen pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing,” kata Akbar saat membacakan sambutan Bupati Sinjai.

Ketua Bawaslu Sinjai, Muhammad Arsal Arifin, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa program penguatan pengawasan masyarakat ini dilakukan secara nasional oleh Bawaslu di seluruh daerah, sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan edukasi demokrasi di masa non-tahapan.

Menurutnya, meskipun Pemilu 2029 masih cukup jauh, fungsi pengawasan dan pendidikan politik tidak boleh berhenti.

Justru, kata dia, masa pra-pemilu menjadi ruang penting untuk membangun kesadaran publik.

“Pengawasan tidak hanya bekerja saat tahapan pemilu berlangsung. Di luar itu, kami fokus pada pendidikan dan penguatan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Leboh lanjut, Akbar menambahkan bahwa tantangan pengawasan pemilu ke depan akan semakin kompleks sehingga membutuhkan keterlibatan masyarakat secara lebih luas.

Untuk itu, kata dia, Bawaslu Sinjai terus membangun jejaring pengawas partisipatif di tingkat akar rumput.

“Saat ini sudah hampir 100 kader pengawas partisipatif yang kami libatkan sebagai mitra dalam memperkuat pengawasan di berbagai lini,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Bawaslu Sinjai serta sekretariat setempat.

Melalui program ini, Bawaslu berharap terbentuk masyarakat yang tidak hanya menjadi pemilih cerdas, tetapi juga aktif mengawal proses demokrasi secara kritis dan bertanggung jawab. (Andi Irwan/***)