Desa Mattiro Uleng di Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dikenal sebagai salah satu wilayah kepulauan yang banyak menghasilkan olahan tangkap ikan dan rumput laut.

Namun hingga saat ini, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat belum mampu melakukan pencatatan keuangan dengan sangat baik dan sistematis.

Hal itu menjadi tantangan sekaligus peluang besar untuk mendorong pertumbuhan bisnis dalam mendapatkan pendanaan dari investor maupun modal dari Bank.

Sehubungan dengan hal tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar, menggelar pelatihan Penggunaan Aplikasi Buku Warung yang berlansung di Kantor Desa Mattiro Uleng, Kabupaten Pangkep sejak 21 hingga 23 Agustus 2025.

Mengusung tema ‘Pelatihan Penggunaan Aplikasi Keuangan Buku Warung BUMDes Mattiro Uleng’, kegiatan tersebut dihadiri 20 peserta dan program tersebut merupakan bagian dari hibah PNBP Universitas Negeri Makassar melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan banyak hal. Mulai dari instalasi aplikasi, panduan memasukkan data transaksi penjualan dan pembelian, pencatatan utang piutang, hingga menghasilkan laporan keuangan sederhana.

“Kami melihat bahwa banyak Bumdes yang masih kesulitan dalam penyusunan laporan keuangan yang cepat dan akurat. Dengan Buku Warung, semua transaksi harian, pengelolaan utang-piutang dan penyusunan laporan laba-rugi dapat dilakukan secara otomatis hanya melalui smartphone,” kata Ketua Tim PKM UNM, Nur Halim.

Kegiatan PKM UNM itu disambut antusias oleh peserta, salah satunya adalah H. Taha selaku Ketua BUMDesa Mattiro Uleng.

“Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Sebelumnya, kami menghabiskan banyak waktu untuk merekap laporan secara manual. Sekarang, prosesnya jauh lebih cepat dan akurat,” kata H. Taha.

Apa yang dikatakan oleh peserta pelatihan itu, sesuai dengan yang disampaikan oleh Pahrul, selaku tim PKM sekaligus Narasumber.

Pahrul mengatakan bahwa digitalisasi keuangan ini adalah langkah krusial menuju tata kelola BUMDes yang lebih transparan dan profesional.

“Laporan keuangan yang rapi dan real-time adalah kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat dan memudahkan BUMDes dalam mengakses permodalan atau kemitraan,” kata Pahrul.

“Adapun hasil dari pelatihan tersebut, tentunya diharapkan mampu mendorong peningkatan akuntabilitas dan profesionalisme operasional BUMDes, sehingga memperkuat pondasi menuju kemandirian dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Desa Mattiro Uleng,” ungkap Pahrul.

Untuk diketahui, tim PKM UNM yang memberikan pelatihan tersebut, adalah:
Ketua, Dr. Nur Halim, S.E., M.Si.
Anggota:
Pahrul, S.Pd., M.Pd.
Mahmuddin, S.Sos., M.Si.
Nurhayani, S.Pd., M.Pd.
Andi Anggi Kemalasari, S.E., M.M.
Ditambah 1 Mahasiswa, Mas’ud.

*(Pahrul, S.Pd., M.Pd).