Makassar – Di Sulawesi Selatan (Sulsel), dua orang wanita ibu rumah tangga tewas ditelan ular piton hanya dalam rentang waktu satu bulan terakhir, tepatnya dari awal Juni hingga awal Juli 2024.

Rangkuman beritasulsel.com jaringan beritasatu.com, peristiwa pertama menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Farida, berusia 50 tahun, warga Ale Calimpong, Kabupaten Pinrang, Sulsel.

Farida ditelan ular piton sepanjang 6 meter di Dusun III Praja, Desa Kalempang, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulsel, pada hari Jumat, 7 Juni 2024.

Kronologinya, Farida bersama suaminya tinggal sementara di kebunnya di Desa Kalempang untuk bercocok tanam.

Pada hari Kamis, 6 Juni 2024, Farida meninggalkan kebun tersebut dan berjalan seorang diri menyusuri hutan kecil menuju perkampungan untuk menjual hasil kebunnya.

Namun, hingga hari Jumat, 7 Juni, Farida tidak kunjung pulang, sehingga suami korban dibantu warga menyusuri jalan yang dilalui Farida.

Mereka menemukan barang bawaan Farida tergeletak di pinggir jalan. Tidak jauh dari situ, mereka juga menemukan ular piton sepanjang 6 meter dengan perut yang membesar.

Suami dan warga kemudian membunuh ular tersebut, membelah perutnya, dan menemukan Farida di dalamnya dalam keadaan tewas.

Peristiwa kedua selengkapnya pada halaman berikut

Peristiwa kedua menimpa seorang wanita bernama Suriati, berusia 35 tahun, warga Dusun Balatana, Desa Siteba, Kecamatan Walenrang Utara, Luwu.

Suriati tewas ditelan ular piton sepanjang 8 meter pada tanggal 2 Juli 2024 di Dusun Balatana, Desa Siteba.

Kronologinya, Suriati berjalan seorang diri menyusuri hutan kecil menuju rumah adiknya yang akan menemaninya ke Puskesmas untuk menebus obat bagi anaknya yang sakit.

Namun, setelah berjam-jam ditunggu, Suriati tidak juga tiba. Adiknya kemudian menghubungi suami Suriati, Puddu, dan memberitahu bahwa Suriati belum sampai.

Puddu akhirnya menyusul dan menemukan celana dan sandal Suriati tergeletak di pinggir jalan.

Tidak jauh dari situ, ia menemukan ular piton dengan perut yang membesar. Puddu pun membunuh ular tersebut, lalu bergegas mencari warga untuk bersama-sama mengeluarkan Suriati dari perut hewan buas itu.

Dua peristiwa tragis tersebut terjadi di Sulsel hanya dalam rentang waktu satu bulan. Insiden itu sempat menghebohkan warganet, khususnya warga Sulawesi Selatan. (***)