Sidrap – Keluhan warga terkait biaya parkir di Rumah Sakit (RS) Nene Mallomo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel), semakin ramai diperbincangkan.

Setelah seorang warga bernama Ical menyampaikan protes karena diminta membayar Rp10 ribu untuk 5 jam parkir, kini giliran netizen yang bersuara lantang melalui kolom komentar media sosial Instagram (IG).

Sejumlah akun mengaku mengalami hal serupa bahkan lebih parah. Salah satunya akun @bima_aja_sih yang menulis bahwa meski hanya masuk untuk menjemput pasien, tetap dikenakan biaya parkir.

“Mahal memang saya hanya masuk jemput pasien disuruh bayar Rp5 ribu, padahal hanya ada 15 menitan saja,” tulisnya, dikutip Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com, Kamis pagi (18/9/2025).

Keluhan lain datang dari akun @bughinese yang menyebut dirinya sebagai keluarga pasien rawat inap. Ia menilai aturan parkir di RS Nene Mallomo sangat merugikan karena setiap kali keluar-masuk menjaga pasien, tetap diminta membayar.

“Mahal memang tawwa, baru kita penjaga pasien kalo keluar bayar parkir juga dengan alasan ndak bawa kartu jaga. Bagaimana mau tau ada kartu jaga sementara pihak RS tidak menginfokan. Baru dua hari sudah Rp100 ribu (biaya parkir) karena kami ganti-ganti jaga pasien,” tulisnya.

Keluhan semakin meluas setelah akun @yudha_0815 menandai Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, dalam komentarnya. Ia meminta agar pemerintah daerah turun tangan menertibkan pengelolaan parkir rumah sakit tersebut.

“(Mahal) Bangeeed ini paaak @syaharuddin_alrif_1, orang kalau sakit disini harus extra nyiapin dana, setiap keluar bayar pak, dipatok suka-suka mereka. Dulu sudah pernah kasi masukan kalau bisa rawat inap itu kasi kartu jaga 2 pcs, biar kalau bolak-balik buat kebutuhan keluarga yang sakit tidak usah bayar. Bayangin pak kalau orang harus bolak-balik 7 kali dalam satu hari, 7x2x5.000 = Rp70 ribu pak, bisa buat makan 2 kali. Tolong pak ditindak tegas,” tulisnya panjang lebar.

Akun lain, @syahrir_kasim88, juga menandai Bupati Sidrap dan mendesak agar evaluasi segera dilakukan. “Pak bupati @syaharuddin_alrif_1 ada itu warga ta perlu dievaluasi,” tulisnya singkat.

Keluhan senada juga diungkapkan akun @riskagebyanti_ik. Ia mengaku meski hanya menjemput pasien, tetap dikenakan tarif parkir.

Hal yang sama dikemukakan pengguna atas nama @r_niar28 “Tabe’ kasih kebijakan sedikiit sja apalagi keluarga pasien yang rawat inap. Bulan kemarin mertuaku dirawat dan pasti mi lah sering keluar beli makan dsb, kadang 4-7 kali keluar dan wajib bayar 2rb-5rb selama 8 hari luar biasa biaya parkirnya bikin syooooke,” tulisnya.

Namun tidak semua netizen keberatan dengan biaya parkir tersebut. Sebagian lainnya justru menilai wajar selama kendaraan pengunjung dalam keadaan aman.

“(Tidak apa-apa mahal) yang penting aman ji kendaraan surenk,” tulis akun @ikhyarshanka.

“Mahal juga tidak apa-apa karena mereka setengah mati jaga kendaraan pembesuk atau pengunjung RS Nene Mallomo. Mahal kah itu kalau Rp5 ribu?” tambah akun @hainunn8.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga bernama Ical mengaku harus membayar Rp10 ribu untuk parkir mobil selama 5 jam di RS Nene Mallomo. Ia menilai tarif tersebut terlalu mahal jika dibandingkan dengan fasilitas parkir yang tersedia.

Hingga kini pihak RS Nene Mallomo maupun pengelola parkir belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan masyarakat maupun komentar netizen yang semakin deras di media sosial. (***)