Beritasulsel.com – Sanggar Seni Kalimbaung (SSK) Kabupaten Bantaeng, dinyatakan lolos dalam program bantuan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Kementerian Kebudayaan RI.
Perihal tersebut dikatakan Andi Wilyam (Ketua SSK Bantaeng) kepada media ini pada Selasa (29 Juli 2025).

“Dengan mengusung tema kegiatan Workshop Tari Paolle dan Musik Iringan Tradisional Tari Paolle (Gerak dan Irama Budaya Lokal), Alhamdulillah, SSK satu-satunya sanggar perwakilan dari Kabupaten Bantaeng yang lolos dalam program Bantuan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan tahun 2025 oleh Kemendikbud,” ucap Andi Wilyam.
“Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 25 hingga 27 Juli 2025 yang digelar di Aula Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bantaeng itu, menghadirkan serangkaian agenda menarik yang bertujuan untuk memperkaya pengetahuan budaya lokal serta melestarikan warisan budaya yang ada, khususnya bagi kalangan pelajar tingkat SMA Sederajat se-Kabupaten Bantaeng serta kepada Pelaku Seni di Bantaeng,” kata Ketua SSK, Andi Wilyam.
Dijelaskan oleh Andi Wilyam bahwa acara atau agenda di hari pertama diawali dengan Workshop Tari Pa’olle dan di hari kedua itu ada acara musik iringan tradisional yang mengusung tema ‘Gerak dan Irama Budaya Lokal’.
“Alhamdulillah, di hari terakhir kegiatan, sempat dihadiri Tim Verifikator Monitoring dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Kemendikbud RI,” ucap Andi Wilyam.
Ditambahkan oleh Ketua SSK Bantaeng bahwa Workshop itu juga menghadirkan seorang Ahli Tari Pa’olle dan Pelaku Seni di bidang musik di Kabupaten Bantaeng.
“Sebagai Ketua Panitia sekaligus Ketua Sanggar Seni Kalimbaung, saya ucapkan banyak terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Kemendikbud RI yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan kami ini,” ucap Andi Wilyam.
“Saya juga sangat berterima kasih kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Kemendikbud RI, karena dengan adanya program kegiatan bantuan fasilitasi pemajuan kebudayaan ini, kami dapat melaksanakan kegiatan kebudayaan yang memberi manfaat besar, baik bagi pelajar maupun pelaku seni di Kabupaten Bantaeng,” kata Andi Wilyam.
Ketua SSK Bantaeng berharap agar program ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga menjadi pemicu semangat generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan kebudayaan daerahnya sendiri.

“Selama tiga hari pelaksanaan, panitia telah menyiapkan berbagai materi dan narasumber yang kompeten di bidang seni dan budaya guna memperkaya pengalaman peserta dan memperluas wawasan tentang keberagaman budaya lokal,” kata Andi Wilyam.
“Dengan pelibatan langsung para Seniman daerah dan generasi muda, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat identitas budaya serta mewariskannya kepada generasi selanjutnya,” ujar Ketua SSK Bantaeng, Andi Wilyam.
