YAHUKIMO – Lima dari delapan pendulang emas yang dibunuh oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berhasil diidentifikasi.

Dari lima korban yang telah diketahui identitasnya, empat di antaranya merupakan warga Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut).

Sementara satu korban lainnya berasal dari Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Kasi Penerangan Koops TNI Habema, Kapten Sus Dewa Puspanegara, mengatakan bahwa proses identifikasi dilakukan berdasarkan kartu tanda penduduk (KTP) yang ditemukan pada korban.

“Baru lima yang teridentifikasi melalui KTP. Tiga lainnya belum,” ujar Sus Dewa saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).

Empat korban asal Sulawesi Utara diketahui bernama Alfrey Bagimu, Jans Garias Sasela, Jimmy Deivi Mawali, dan Yulianus Wamoi.

Sedangkan satu korban lainnya bernama Biu Ne Palia yang berasal dari Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

“Kelimanya Alfrey Bagimu, Biu Ne Palia, Jans Garias Sasela, Jimmy Deivi Mawali, dan Yulianus Wamoi,” katanya.

Hingga kini, aparat gabungan TNI masih berupaya mengevakuasi jenazah para korban dari lokasi tambang emas di pedalaman Yahukimo.

Medan yang sulit dijangkau membuat proses evakuasi harus menggunakan dukungan helikopter.

Sebelumnya, dilaporkn bahwa sebanyak delapan pendulang emas dibunuh oleh kelompok OPM pimpinan Dejang Heluka dan Kopitua Heluka di area tambang emas wilayah Korowai, Rabu (20/5/2026).

Para korban disebut dibacok menggunakan parang saat sedang beraktivitas di lokasi tambang.

Aparat menduga aksi tersebut dilakukan sebagai balas dendam atas tewasnya dua anggota OPM dalam kontak tembak dengan aparat keamanan beberapa hari sebelumnya.

Saat ini, aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku penyerangan serta meningkatkan pengamanan di wilayah Yahukimo dan sekitarnya. (***)