Beritasulsel.com – Perbuatan tidak terpuji dan diluar nalar serta mencoreng nama baik Institusi Kepolisian, dilakukan oleh seorang anggota Polisi Polres Bantaeng di sebuah desa didaerah ketinggian di Kabupaten Bantaeng.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dari beberapa narasumber di desa tersebut sejak Kamis (21 Agustus 2025), mereka menyebutkan bahwa oknum Polisi (Mantan Bhabinkamtibmas) di desa itu telah membuat cerita fitnah yang ditujukan kepada seorang Kepala Desa sehingga membuat gaduh sesama warga di desanya.

Akibat cerita fitnah itu, kata warga tersebut, nyaris membuat rumah tangga kepala desanya hancur.

Informasi dari narasumber tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Bonto Lojong, Sabir, saat ditemui Beritasulsel.com network Beritasatu.com di rumah pribadinya di Lannying 4 pada Jum’at (22 Agustus 2025).

Berikut kronologi cerita yang disebar oleh Mantan Bhabinkamtibmas Desa Bonto Lojong yang disampaikan langsung Kades Sabir didampingi Istri tercinta kepada Jurnalis media ini:

“Aipda Muh. Irvan (Mantan Bhabinkamtibmas) di desa kami itu, saya kenal waktu mau Pilkades di Desa Bonto Lojong pada akhir 2023”.

“Setelah saya menang di Pilkades dan dipercaya masyarakat Desa Bonto Lojong sebagai Kades, saya pun langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas bersama Babinsa sebagai Tiga Pilar di Desa Bonto Lojong”.

“Berbicara tentang Pak Binmas (Pak Irvan), sejak awal saya menjabat sampai pada hari ini, saya selalu mensupport keperluannya. Baik support materi, maupun support non materi”.

“Termasuk ketika ada kegiatan di desa kami dimana peran tiga pilar sangat dibutuhkan oleh warga kami. Saya selalu meminta kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa di kegiatan tersebut”.

“Namun ada yang aneh dengan Pak Bhabinkamtibmas setiap setelah mengikuti beberapa kegiatan tiga pilar di desa kami”.

“Dia selalu minta uang ke saya dengan nominal lumayan besar dan saya sering memberinya. Namun dalam 2 bulan terakhir, saya tidak lagi mengiyakan permintaannya dikarenakan saya juga sedang paceklik keuangan”.

“Saya juga mendapat informasi dari beberapa warga saya yang mengatakan kalau Pak Irvan itu sering pinjam uang ke mereka (warga saya) dan nilainya bervariasi. Antara Rp.500 ribu, bahkan sampai Rp.5 juta dan kata warga saya itu utang Pak Irvan belum dibayar sampai hari ini”.

“Berbicara tentang cerita fitnah yang diupdate oleh Pak Irvan melalui postingan di akun media sosial facebooknya, meski tak menyebut nama saya, namun tertulis disitu Kepala Desa Bonto Lojong, itu saya melihat sudah merusak reputasi saya sebagai seorang Kepala Desa”.

(Postingan akun medsos facebook yang diperlihatkan Kades Bonto Lojong).

“Tidak elok dan tidak pantas seorang Aparat Penegak Hukum (seorang Polisi) memposting di medsos tentang cerita seperti itu”.

“Yang lebih parahnya lagi di whatsapp storynya, dia menyebutkan bahwa saya telah melakukan nikah siri’ dengan salah seorang perempuan bernama Lia”.

“Keluarga perempuan bernama Lia itu mendatangi saya dan menanyakan hal tersebut apakah itu benar atau tidak”.

“Jadi saya jawab, silahkan tanyakan sendiri ke Lia. Apakah itu benar atau tidak?. Atau kalau perlu, pertemukan saya dengan Lia untuk dicari tau kebenarannya cerita itu”.

“Bahkan Pak Irvan selalu kirim messenger ke istri saya dan mengatakan kalau dia punya bukti berupa rekaman video pernikahan siri’ saya dengan Lia”.

“Istri saya membalas chat Pak Irvan dan minta bukti rekaman video pernikahan siri’ saya sama Lia. Namun hingga hari ini, rekaman video itu tidak pernah diperlihatkan Pak Irvan ke istri saya”.

“Cerita fitnah ini membuat rumah tangga saya hampir hancur. Karena istri saya sepertinya percaya dengan penyampaian Pak Irvan. Jadi saya bilang ke istri begini: Silahkan kamu temui langsung Lia dan tanyakan kebenarannya. Apakah saya sudah pernah nikah siri’ sama dia”.

“Cerita fitnah ini juga membuat beberapa warga saya menaruh curiga kepada saya dan membuat saya tidak nyaman saat beraktifitas”.

“Saya kemudian berfikir seperti ini, mungkin Pak Irvan mengira dia diberhentikan sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Bonto Lojong karena saya yang melaporkan dia di Kapolres Bantaeng”.

“Saya bersumpah, Demi Allah, saya tidak pernah punya niat untuk melakukan itu. Dan lagian apa kapasitas saya untuk mengatur institusi kepolisian dalam penempatan Bhabinkamtibmas”.

Ditempat yang sama, Istri Kades Sabir juga berbicara terkait dengan cerita fitnah yang disampaikan Pak Irvan kepada salah satu warga di Desa Bonto Lojong.

Berikut cerita Istri Kades Sabir kepada Jurnalis media ini:

“Tadi saya datangi salah satu warga di Desa Bonto Lojong yang menyebarkan video percakapan dia dengan Pak Irvan di grup whatsapp dan menyebut kalau suami saya pernah menikah siri’ dengan seorang perempuan bernama Lia”.

“Dia menyampaikan kalau cerita itu bersumber dari Pak Irvan yang mantan Bhabinkamtibmas di Desa Bonto Lojong”.

“Ketika saya minta diperlihatkan rekaman video pernikahan suami saya, dia juga tidak bisa memperlihatkan. Hanya cerita dan cerita terus berujung fitnah kepada suami saya”.

“Rumah tangga saya yang selama ini harmonis menjadi rusak akibat cerita fitnah itu”.

“Saya juga bilang ke warga itu, kalaupun suami saya pernah menikah siri’ sama seorang perempuan bernama Lia, kenapa kau yang pusing?. Kenapa kau yang merasa keberatan? Seharusnya saya keberatan karena dia suamiku”.

“Saya lebih percaya sama suamiku daripada cerita busuk dan fitnah itu”.

(Screenshoot percakapan antara Aipda Muh. Irvan dengan Istri Kades Bonto Lojong via messenger facebook).

“Tentang percakapan di messenger facebook, saya bilang ke Pak Irvan untuk sekalian posting rekaman video pernikahan siri’ suami saya supaya jelas dan tidak ada cerita fitnah. Nemun itu tidak pernah dilakukan Pak Irvan, karena saya yakin itu hanya karangan cerita kabualan saja dari Pak Irvan”.

“Saya minta kepada suamiku untuk melaporkan masalah ini ke Polres Bantaeng untuk ditindak lanjuti dan membersihkan nama baik suami saya serta memperbaiki reputasi Kepala Desa Bonto Lojong”.

Menutup kronologi cerita fitnah yang disebarkan oleh Aipda Muh. Irvan (mantan Bhabinkamtibmas di Desa Bonto Lojong), Kades Sabir memperlihatkan chat percakapan whatsapp dari Lia.

Di percakapan whatsapp itu, Lia mengatakan: “Assalamu Alaikum. Kenapa kita itu tidak bertindak dengan beredarnya cerita fitnah ini? Ndak usah mi takut, karena memang kita berdua tidak pernah menikah”.

Bersambung ……