Sidrap – Pasca mencuatnya kasus BNNP Sulsel tembaki mobil warga di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel) beberapa hari lalu, sejumlah warga Sidrap kini mendesak BNNP membuka secara transparan kronologi penembakan tersebut yang diduga dilakukan secara serampangan.

Warga menduga, pelaku penembakan bukan petugas kepolisian yang diperbantukan di BNNP Sulsel, melainkan oknum sipil yang dipersenjatai, sehingga peluru tidak tepat sasaran. “Kalau memang petugas resmi, harusnya bidik ban kena ban atau minimal sekitaran ban mobil. Tapi ini peluru justru kena bodi, kaca depan, bahkan menembus jok kursi sopir. Ini bukan salah bidik tapi tembakan mematikan,” ujar salah seorang warga Sidrap yang tidak ingin disebut namanya, Minggu (26/10/2025).

Warga pun meminta BNN RI turun langsung mengusut kasus ini dan memecat oknum yang diduga melakukan penembakan sembarangan itu. “Kami minta BNN bertanggung jawab dan menindak tegas pelaku, apalagi jika benar pelaku bukan anggota polisi alias warga sipil yang dipersenjatai. Jangan sampai ada lagi warga jadi korban salah tembak seperti ini,” tegas sumber.

Kasi Intel BNNP Sulsel, Agung FS, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, mengatakan bahwa saat ini pelaku penambakan sedang diperiksa oleh pihak BNNP Sulsel. “(Pelaku) dalam riksa internal, Pak,” ucap Agung, sesaat lalu.

Tapi, Agung membantah bahwa pelaku penembakan adalah warga sipil yang dipersenjatai. “Kalau yang ini, tidak benar,” imbuhnya kepada Beritasatu.com/network/beritasulsel

Kendati demikian, Agung meminta kepada seluruh warga agar bersabar karena pelaku sekarang sedang dalam pemeriksaan dan hasilnya akan disampaikan nanti.

Sementara itu, hingga berita ini naik tayang, BNN RI belum berhasil dikonfirmasi ihwal permintaan warga agar BNN RI turun tangan menyelidiki kasus ini. Brigjen Sulistyo Pudjo yang dihubungi mengaku sudah bukan lagi Karo Humas BNN RI.