BULUKUMBA – Praktik tidak manusiawi diduga terjadi di lingkup Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Bulukumba. Tahanan yang statusnya masih anak di bawah umur diduga kuat dimanfaatkan oleh oknum aparat Satresnarkoba untuk mencuci deretan kendaraan pribadi milik mereka.
Kabar miring yang tadinya cuma jadi bahan bisik-bisik warga akhirnya terbukti. Penelusuran atau pantauan langsung Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com, di depan ruang Satresnarkoba Polres Bulukumba pada Selasa (8/9/2026), sekitar pukul 12.05 WITA, tampak dua anak sedang berjibaku mencuci mobil yang terparkir di bawah terik panas matahari.
Pemandangan kontras pun terlihat jelas di area tersebut. Di saat kedua bocah tahanan itu menguras tenaga dan memeras keringat di bawah sengatan panas matahari, tampak seorang pria pemilik kantin Polres Bulukumba lalu lalang mengantar pesanan makanan dan minuman masuk ke dalam ruangan Satnarkoba.
Para oknum petugas Satresnarkoba diduga tengah asyik bersantap ria di dalam ruangan ber-AC, sementara tahanan anak di bawah umur tersebut dibiarkan bekerja kasar di luar.
Dua anak di bawah umur yang merupakan tahanan kasus narkoba terlihat menguras tenaga memoles mobil-mobil pribadi milik pejabat. Berdasarkan dokumentasi foto di lokasi kejadian, tampak salah satu tahanan anak berdiri tanpa mengenakan baju, menyapu sisa air dan kotoran pada badan mobil di bawah sengatan terik matahari.
Saat diajak berbincang di sela-sela aktivitasnya, tahanan anak berinisial RS tersebut membeberkan apa yang dialaminya. Remaja asal Kecamatan Bulukumpa yang terjerat kasus tembakau sintetis ini mengaku sudah merampungkan beberapa unit mobil milik anggota.
“Sudah dua saya cuci pak hari ini, satu milik Pak Kanit atas nama Pak Salam dan yang satunya lagi adalah mobil milik Pak Ahmad,” tutur RS ditemui di lokasi tersebut.
Keterangan dari tahanan anak tersebut bukan tanpa alasan. Seorang personel internal Satnarkoba Polres Bulukumba yang sempat dimintai keterangan membenarkan bahwa nama-nama yang sebutkan oleh RS memang bertugas di sana.
“Iya benar (nama Salam dan Ahmad) ada. Pak Salam adalah Kanit dan Ahmad adalah penyidik,” kata sumber internal tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Bulukumba AKBP Luckyto belum memberikan tanggapan resmi mengenai tahanan anak yang diduga dipaksa mencuci mobil pejabat di bawah terik matahari tersebut. (***)


