SIDRAP – Isu dugaan mangkraknya sejumlah laporan kasus di Polres Sidrap resmi menggelombang hingga ke tingkat nasional. Aliansi Gerakan Mahasiswa Hukum Indonesia (GERMAHI) dijadwalkan bakal menggeruduk Markas Besar (Mabes) Polri di Jakarta pada Senin besok (28/9/2026).
Langkah drastis aksi unjuk rasa di Mabes Polri ini dipicu oleh makin banyaknya laporan masyarakat, mulai dari kasus penipuan online (passobis) bernilai ratusan juta rupiah hingga kasus persetubuhan anak di bawah umur yang diduga diendapkan dan jalan di tempat di meja penyidik Satreskrim Polres Sidrap.
Berdasarkan lembar undangan peliputan resmi GERMAHI yang diterima Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com, massa mahasiswa mengusung tagline tegas: “Jangan Biarkan Laporan Rakyat Mengendap di Meja Penyidik Polres Sidrap”.
Aksi yang rencananya digelar pukul 13.00 WIB di depan gedung Mabes Polri tersebut membawa empat poin tuntutan berikut ini:
1. Mendesak Mabes Polri segera mencopot Kasat Reskrim Polres Sidrap karena dinilai lamban dan tidak profesional dalam menangani berbagai aduan masyarakat.
2. Mendesak Mabes Polri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolres Sidrap, khususnya terkait fungsi pengawasan terhadap Satreskrim.
3. Menegaskan bahwa korban bukan objek yang hanya diminta bersabar, melainkan berhak mendapatkan kepastian hukum atas laporan yang telah dibuat.
4. Menyampaikan secara resmi Mosi Tidak Percaya terhadap institusi Polres Sidrap.
Eskalasi ke Mabes Polri ini merupakan puncak amarah publik setelah sebelumnya para korban (Andi Astriani dan Irshan) melayangkan pengaduan resmi ke Divisi Propam Mabes Polri, ditambah kecaman dari ormas Depicab SOKSI Sidrap, LSM, hingga ribuan komentar pedas netizen di media sosial.
Dengan turunnya mahasiswa hukum di Mabes Polri Jakarta pada Senin besok, desakan agar jajaran Polda Sulsel dan Mabes Polri turun tangan mengambil alih (take over) seluruh kasus mangkrak di Polres Sidrap dipastikan makin tak terbendung. (***)


