Pria di Makassar Diringkus Usai Aniaya Istri Hingga Tewas, ini Kronologinya

oleh -

Beritasulsel.com – Diduga aniaya istrinya hingga tewas, Abd. Rahman alias Ammang (45), kini dijebloskan ke Sel tahanan Polsek Panakukang, Restabes Makassar.

Ia ditangkap dikediaman orang tuanya di Jalan Bontobila 12, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, pada hari Selasa (13/8/2019) sekira pukul 11.00 Wita.

Kronologi kejadian, kata Kapolsek Panakukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap, awalnya pelaku berangkat kerja namun salah satu peralatannya ketinggalan sehingga pelaku kembali ke rumahnya di Jalan Batua Raya 5 Lorong 3, Kota Makassar.

BACA JUGA :   Polsek Bissappu Bantaeng Ringkus 2 Pencuri Spesialis Rumah Kosong

Saat tiba, pelaku mendapati istrinya sudah tidak berada di rumahnya. Pelaku akhirnya emosi lalu menunggu istrinya pulang. Setelah sang istri kembali, pelaku menganiaya istrinya menggunakan kayu.

Polisi yang mendapat informasi adanya penganiayaan berat itu, langsung ke lokasi kejadian dan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk perawatan medis dan visum.

“Hanya saja, korban menolak dirawat inap dan minta kembali ke rumahnya. Setelah 2 hari pasca kejadian, tiba tiba korban mengeluh sakit dibagian lukanya dan bagian badan korban yang mengalami luka lebam,” ujar Ananda.

BACA JUGA :   Pria Asal Enrekang Diringkus di Makassar Usai Perkosa Anak Majikannya

Pihak keluarga lalu membawa korban ke RS Hermina didampingi oleh Binmas Paropo Brigpol Sirattang, namun setelah tiba di RS Hermina, pihak RS Hermina menyatakan bahwa korban telah meninggal Dunia.

Selanjutnya anggota Resmob melakukan penyelidikan keberadaan pelaku dan mendapatkan informasi bahwa pelaku sedang berada di rumah orangtuanya di jalan Bontobila 12.

BACA JUGA :   Pemdes Bonerate Gelar Musyawarah RKPDes, ini Harapan Camat Pasimarannu

Selanjutnya anggota menuju tempat yang dimaksud dan berhasil mengamankan pelaku lalu digelandang ke posko Resmob Panakkukang untuk interogasi.

“Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek, pelaku juga mengakui perbuatannya bahwa telah menganiaya korban menggunakan balok kayu secara berulang ulang kali,” pungkas Ananda. (HS/BSS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *