Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan hidroponik sederhana menggunakan botol bekas di SDN 77 Lalijangang, Desa Bonto Tapallang, sebagai upaya mengenalkan teknologi pertanian sederhana dan pemanfaatan barang bekas kepada siswa.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja individu mahasiswa KKN yang bertujuan memberikan pengetahuan dasar kepada siswa mengenai budidaya tanaman dengan metode hidroponik. Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan konsep hidroponik sebagai salah satu metode bercocok tanam yang tidak membutuhkan lahan yang luas.

Sosialisasi dilakukan secara sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Mahasiswa KKN menjelaskan bahan dan alat yang diperlukan, seperti botol plastik bekas, kain flanel atau sumbu, air, nutrisi tanaman, media tanam, serta bibit tanaman.

Selain penyampaian materi, mahasiswa KKN juga memberikan contoh secara langsung mengenai tahapan pembuatan hidroponik dari botol bekas, mulai dari membersihkan dan memotong botol, membuat sistem sumbu, memasukkan media tanam, hingga proses penanaman bibit.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan kepada siswa bahwa barang bekas seperti botol plastik masih dapat dimanfaatkan menjadi media untuk menanam. Selain belajar tentang hidroponik, siswa juga diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memanfaatkan barang bekas secara kreatif,” ujar mahasiswa KKN Unhas.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan mendapat antusiasme dari para siswa SDN 77 Lalijangang. Siswa mengikuti penjelasan dan praktik dengan aktif serta diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai cara kerja hidroponik dan perawatan tanaman.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran yang menggabungkan aspek pertanian, lingkungan, dan kreativitas. Dengan menggunakan bahan yang mudah ditemukan di sekitar, siswa diharapkan dapat memahami bahwa kegiatan bercocok tanam dapat dilakukan secara sederhana meskipun memiliki keterbatasan lahan.

“Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan karena mereka bisa melihat langsung bagaimana botol bekas dapat digunakan untuk menanam. Kami berharap pengetahuan yang diberikan dapat terus dipraktikkan dan menjadi pengalaman baru bagi para siswa,” tutur pihak SDN 77 Lalijangang.

Melalui kegiatan sosialisasi pembuatan hidroponik dari botol bekas ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap siswa dapat memperoleh pengetahuan dasar mengenai teknologi pertanian sederhana sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman edukatif bagi siswa serta mendorong pemanfaatan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. (*)