Beritasulsel.com — Mahasiswa KKN Tematik Hukum Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Pengadilan Negeri (PN) Makassar Kelas IA Khusus meluncurkan buku saku bertajuk “Corner of Justicia: Lentera Keadilan di Ruang Sidang untuk Mengenal Peradilan Anak Lebih Dekat”, Senin (10/8/2026).
Buku saku tersebut disusun oleh mahasiswa KKN, Inayah Maysha Syelmirah, di bawah arahan Dosen Pengampu KKN (DPK), Dr. Andi Tenri Famauri Rifai, S.H., M.H.
Buku ini dirancang sebagai media edukasi hukum yang menyajikan informasi mengenai sistem peradilan bagi anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) dengan bahasa yang ringkas dan mudah dipahami masyarakat.
Materi yang disajikan antara lain pengertian Anak yang Berhadapan dengan Hukum, batas usia pertanggungjawaban pidana anak, serta prinsip keadilan restoratif dan diversi dalam penanganan perkara anak.
Buku saku tersebut juga menjelaskan tahapan penanganan perkara anak, mulai dari penyidikan, penuntutan, persidangan hingga pembinaan setelah putusan pengadilan.
Melalui media tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami karakteristik, prosedur, serta hak-hak anak selama menjalani proses hukum. Edukasi ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat agar tidak memberikan stigma terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dan tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.
Peluncuran buku saku ini merupakan bagian dari program kerja individu mahasiswa KKN Tematik Hukum Gelombang 116. Program tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan literasi dan kesadaran hukum masyarakat.
Selain peluncuran buku, mahasiswa KKN juga menyerahkan rak pojok baca yang diberi nama “Corner of Justicia” kepada PN Makassar Kelas IA Khusus sebagai mitra KKN.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PN Makassar Kelas IA Khusus, Dr. I Wayan Gede Rumega, S.H., M.H., Wakil Ketua PN Makassar Kelas IA Khusus, Mashuri Effendie, S.H., M.H., serta sejumlah pegawai PN Makassar.
Pojok baca tersebut diharapkan menjadi ruang informasi hukum yang mudah diakses masyarakat ketika berkunjung ke PN Makassar Kelas IA Khusus.
Sekretaris PN Makassar Kelas IA Khusus, Syamsu Rasbu Indra, S.H., M.H., memberikan apresiasi terhadap program tersebut. Menurutnya, keberadaan buku saku dapat membantu pengadilan maupun masyarakat dalam memperoleh informasi hukum secara sederhana.
Ia menilai media edukasi seperti buku saku dapat membantu masyarakat mengenali proses hukum yang tersedia, termasuk mekanisme penyelesaian sengketa melalui jalur litigasi maupun nonlitigasi.
Apresiasi juga datang dari masyarakat yang membaca buku saku tersebut di PN Makassar. Buku dinilai membantu masyarakat yang belum memahami perbedaan antara penyelesaian sengketa melalui jalur litigasi dan nonlitigasi, termasuk tahapan yang harus ditempuh.
Penggunaan bahasa yang sederhana juga dinilai membuat materi dalam buku lebih mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Program Corner of Justicia diharapkan dapat menjadi sarana untuk mendekatkan informasi hukum kepada masyarakat, khususnya mengenai sistem peradilan anak dan mekanisme penyelesaian perkara.
Inayah Maysha Syelmirah bersama mahasiswa KKN Tematik Hukum Gelombang 116 Unhas Posko PN Makassar Kelas IA Khusus berharap buku saku dan pojok baca tersebut dapat terus dimanfaatkan masyarakat serta berkontribusi terhadap peningkatan literasi dan kesadaran hukum.
Program tersebut juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas dan poin 16 mengenai perdamaian, keadilan, serta kelembagaan yang tangguh. (*)


