Beritasulsel.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Zero Waste Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi pemilahan dan pengelolaan sampah di Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini juga memperkenalkan penggunaan stiker dan QR Code sebagai bagian dari implementasi digitalisasi monitoring pemilahan sampah di lingkungan masyarakat.
Program yang berlangsung selama sekitar dua jam tersebut merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN dengan Ketua RT 001 RW 011 Kelurahan Bulurokeng, Irianto. Sosialisasi diikuti lebih dari 30 peserta yang terdiri atas anak-anak, ibu rumah tangga, kepala keluarga, serta dihadiri Ketua RW 011, Erna.
Kegiatan diawali dengan pembagian stiker yang berisi panduan pemilahan sampah berdasarkan tiga kategori, yakni sampah organik, anorganik, dan residu. Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga sebagai upaya mengurangi timbulan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Materi sosialisasi disampaikan oleh mahasiswa KKN Tematik Zero Waste Gelombang 116 Unhas, yakni Evelyna Layadi (Ilmu Hukum), Muh. Aryaputra Rafa (Sistem Informasi), Raya Raffaell Abdillah Sumady (Ilmu Hukum), Dea Annisah (Teknik Geologi), dan Glorio Putritama S. (Teknik Geologi).
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memilah sampah serta mampu mengelolanya secara mandiri sehingga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan kebiasaan baru tersebut, panitia juga membagikan ember sampah organik dan residu yang telah disiapkan oleh Ketua RT 001 RW 011 kepada warga pada akhir kegiatan.
Penanggung jawab program kerja pemilahan sampah sekaligus Koordinator Desa KKN Tematik Zero Waste Gelombang 116 Unhas, Evelyna Layadi, mengatakan sosialisasi ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat dapat menganggap permasalahan sampah dengan lebih serius. Kami ingin menunjukkan bahwa setiap sampah memiliki nilai tersendiri, kecuali sampah yang memang sudah tidak memungkinkan untuk diolah kembali. Kami berharap masyarakat mulai membiasakan memilah sampah dan berinovasi dalam mengolahnya,” ujar Evelyna.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Bulurokeng, Muh. Mahar, S.STP., M.Sp., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, edukasi yang diberikan mahasiswa KKN menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Program ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga mengajarkan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah sampah yang telah dipilah menjadi sesuatu yang bernilai. Kami berharap kebiasaan baik ini dapat diterapkan di setiap rumah tangga sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA,” katanya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Tematik Zero Waste Unhas dan pemerintah setempat, program ini diharapkan dapat mendukung upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan budaya pemilahan sampah dari sumbernya sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. (*)


