Majene – Kelangkaan tabung gas LPG 3 kilogram (Kg) di Kabupaten Majene,Sulawesi Barat (Sulbar) kian memicu keresahan. Tidak hanya sulit ditemukan, harga gas bersubsidi tersebut juga dilaporkan melonjak jauh di atas ketentuan. Kondisi ini paling dirasakan oleh kalangan mahasiswa yang bergantung pada LPG untuk kebutuhan sehari-hari.
Rahmat, mahasiswa asal Kabupaten Mamasa yang sedang menempuh pendidikan di Majene, mengaku sudah tiga hari berkeliling mencari LPG 3 kg tanpa hasil. “Pangkalan kosong, pengecer juga tidak ada. Saya sudah hampir mengelilingi semua tempat biasa kami beli, tapi tetap tidak dapat,” ujarnya kepada jurnalis.
Keluhan serupa disampaikan Tiara, mahasiswa kesehatan di salah satu kampus di Majene. Ia menuturkan bahwa persoalan ini bukan hanya soal kelangkaan, tetapi juga lonjakan harga yang tidak masuk akal.
“Sudah sekitar dua bulan terakhir, harga tabung LPG 3 kg yang kami beli mencapai Rp40 ribu hingga Rp45 ribu. Ini jelas sangat memberatkan,” katanya.
Padahal, LPG 3 kg merupakan barang subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Namun di lapangan, realitas berbicara lain.
Dugaan kuat mengarah pada distribusi yang tidak tepat sasaran serta potensi permainan di tingkat pangkalan hingga pengecer.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap pengawasan distribusi oleh pihak terkait, termasuk Pertamina sebagai penyalur utama dan pemerintah daerah sebagai pengawas. Jika kelangkaan terus terjadi disertai harga yang melambung, maka ada indikasi kuat bahwa rantai distribusi sedang bermasalah.
Mahasiswa menilai pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Majene untuk segera turun tangan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap pangkalan dan jalur distribusi LPG 3 kg. Transparansi dan penindakan tegas terhadap pelanggaran dinilai menjadi langkah mendesak untuk menghentikan praktik yang merugikan masyarakat.
“Ini bukan sekadar soal gas, ini soal hak masyarakat kecil yang dirampas secara sistematis,” ujar salah satu mahasiswa dengan nada geram.
Jika tidak segera ditangani, kelangkaan LPG 3 kg di Majene berpotensi memicu krisis kebutuhan dasar yang lebih luas—dan sekali lagi, masyarakat kecil yang akan menjadi korban utama. (***)

