Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan Seminar Program Kerja (Proker) di Masjid Nurul Jannah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Kamis (09/07).

Program kerja yang dipaparkan berfokus pada pengembangan sektor pertanian serta penerapan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Bonto Tappalang.

Muhammad Abdillah selaku perwakilan mahasiswa KKN-T Unhas menyampaikan bahwa rangkaian program tersebut disusun berdasarkan potensi serta kebutuhan masyarakat yang ditemukan selama proses pelaksanaan KKN di Desa Bonto Tappalang.

Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah pembuatan alat pengering hasil panen berbasis efek rumah kaca yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mempercepat proses pengeringan hasil pertanian secara lebih efisien. Selain itu, program lainnya meliputi penyusunan Peta Administrasi Desa dan penunjuk fasilitas umum, sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah kopi dan kotoran ternak, perancangan dan pembuatan papan media informasi, serta edukasi pembuatan hidroponik menggunakan botol bekas.

“Program kerja yang kami susun diharapkan dapat membantu masyarakat, terkhususnya petani, pekebun, dan buruh tani,” ujar Muhammad Abdillah.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program kerja, terkhusus untuk pembuatan pupuk karena sulit didapatkan.

“Program ini akan sangat bermanfaat, terutama pembuatan pupuk karena pupuk cukup sulit didapatkan oleh petani, pekebun, dan buruh tani,” tuturnya.

Pemanfaatan potensi pertanian dan penerapan teknologi tepat guna menjadi salah satu upaya untuk mendukung masyarakat Desa Bonto Tappalang dalam mengembangkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui Seminar Program Kerja ini, Muhammad Abdillah dan tim berharap terjalin kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan program yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi desa.

Dukungan dan partisipasi masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan setiap program, sehingga pengetahuan dan inovasi yang dibagikan tidak berhenti pada pelaksanaan KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Bonto Tappalang. (*)