Beritasulsel.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Tematik Pemberdayaan Desa menggelar Seminar Program Kerja di Desa Bonto Tappalang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri aparat Pemerintah Desa Bonto Tappalang dan sejumlah warga. Seminar menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memaparkan rencana kegiatan sekaligus menerima masukan dari pemerintah desa dan masyarakat.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Unhas Gelombang 116 Desa Bonto Tappalang, Wahyu Putra Anugrah, mengatakan program kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi serta identifikasi terhadap potensi dan permasalahan di desa.

Wahyu yang merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi Unhas itu memaparkan enam program kerja individu yang akan dilaksanakan selama masa KKN.

Keenam program tersebut yakni pembuatan infografis waktu panen kopi Desa Bonto Tappalang, sosialisasi anti-bullying di SDN 77 Lalijangan, pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari limbah organik, pembuatan papan penanda dusun dan fasilitas umum, pembuatan katalog produk desa melalui Instagram dan WhatsApp, serta sosialisasi pengenalan Ombudsman kepada masyarakat sebagai lembaga pengawas penyelenggaraan pelayanan publik.

Selain program individu, mahasiswa KKN juga memperkenalkan program kerja unggulan berupa pembuatan tungku pembakaran sampah minim asap atau Rocket Stove.

Program tersebut dirancang sebagai alternatif untuk membantu masyarakat dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah. Tungku diharapkan dapat menjadi sarana pembakaran yang lebih efektif dengan menghasilkan asap lebih sedikit dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka.

Di bidang ekonomi, program katalog produk desa melalui Instagram dan WhatsApp diarahkan untuk membantu memperluas jangkauan promosi produk lokal masyarakat.

Pemanfaatan media digital tersebut diharapkan dapat meningkatkan visibilitas produk desa sekaligus mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat Bonto Tappalang.

Seluruh program kerja disusun dengan mempertimbangkan kondisi, potensi, permasalahan, dan kebutuhan masyarakat setempat. Mahasiswa berharap program yang dilaksanakan tidak hanya memberikan manfaat selama masa KKN, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Kami berharap program kerja yang telah disusun dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Bonto Tappalang dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujar Wahyu Putra Anugrah.

Melalui seminar tersebut, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 juga berharap terbangun sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam pelaksanaan berbagai program yang telah direncanakan.

Rangkaian KKN Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Unhas di Bonto Tappalang diarahkan pada sejumlah bidang, mulai dari lingkungan, pendidikan, pelayanan publik, informasi, hingga pengembangan potensi ekonomi masyarakat. (*)