Beritasulsel.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Tematik Pemberdayaan Desa melaksanakan sosialisasi dan demonstrasi program kerja unggulan di Desa Bonto Tappalang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, pada 9 Juli 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program kerja KKN yang dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat mengatasi permasalahan yang terdapat di Desa Bonto Tappalang, khususnya dalam bidang pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
Program kerja unggulan yang diperkenalkan kepada masyarakat adalah Pembuatan Tungku Pembakaran Sampah Minim Asap atau Rocket Stove. Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai permasalahan sampah, dampak pembakaran sampah secara terbuka, serta pentingnya menerapkan metode pengelolaan sampah yang lebih tepat dan ramah lingkungan.
Setelah sesi sosialisasi, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan dengan demonstrasi penggunaan Rocket Stove. Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menjelaskan secara langsung cara kerja tungku, proses penggunaannya, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian tungku pembakaran.
Rocket Stove dibuat dengan konsep pembakaran yang lebih efisien sehingga diharapkan dapat menghasilkan asap yang lebih minim dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka. Kehadiran alat ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam menangani sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali.
Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi tersebut turut melibatkan masyarakat Desa Bonto Tappalang. Masyarakat diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung proses penggunaan Rocket Stove serta memperoleh penjelasan mengenai fungsi dan manfaatnya.
Wahyu Putra Anugrah selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN Unhas Gelombang 116 Desa Bonto Tappalang menyampaikan bahwa program Rocket Stove diharapkan dapat menjadi salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam mengelola sampah.
“Melalui program unggulan ini, kami berharap masyarakat dapat memahami pentingnya pengelolaan sampah dan dapat memanfaatkan Rocket Stove sebagai salah satu alternatif dalam menangani sampah, khususnya sampah yang sulit untuk dimanfaatkan kembali,” ujar Wahyu.
Pelaksanaan sosialisasi dan demonstrasi ini menjadi salah satu bentuk nyata dari tema KKN Unhas Gelombang 116 Tematik Pemberdayaan Desa, yaitu menghadirkan program yang disusun berdasarkan permasalahan dan kebutuhan masyarakat setempat.
Mahasiswa KKN berharap program Rocket Stove tidak hanya menjadi kegiatan selama masa KKN, tetapi juga dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Bonto Tappalang sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang, khususnya dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih dan tertata.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan baik dan menjadi salah satu tahapan penting dalam penyelesaian program kerja unggulan KKN Unhas Gelombang 116 di Desa Bonto Tappalang. (*)


