Pinrang – Kantor Desa Maroneng, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), dibakar oleh orang tak dikenal (OTK).
Hal itu sebagaimana informasi yang dihimpun beritasulsel.com jaringan beritasatu.com dari Sekertaris Desa (Sekdes) Maroneng, Imran Saing.
“Iya pak seperti itu (Kantor Desa Maroneng) dibakar OTK,” ucap Imran Saing dihubungi melalui sambungan telpon, Sabtu 3 Agustus 2024 sesaat lalu.
Imran mengatakan bahwa pihaknya telah memindahkan pelayanan ke rumah Kepala Desa Maroneng pasca eksekusi lahan seluas 4 hektar di wilayah itu.
Hal itu kata Imran, karena pihaknya telah mewanti wanti bila mana terjadi kerusahan yang meluas pasca kejadian eksekusi lahan tersebut.
“Pelayanan memang kita sudah pindahkan ke rumah pasca (eksekusi lahan). Memang kita sudah antisipasi pak,” tambahnya.
Dia juga membenarkan bahwa sehari sebelum dibakar, kantor desa tersebut juga dirusak oleh OTK.
Bersambung ke halaman selanjutnya
Diberitakan sebelumnya, video Kantor Desa Maroneng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang sedang terbakar, beredar luas di WhatsApp grup, Sabtu 3 Agustus 2024.
Sebagaimana yang dilihat beritasulsel jaringan beritasatu.com, video tersebut berdurasi singkat yakni hanya 0,36 detik.
Tampak dalam video, sebuah bangunan dilalap api dan suara orang berteriak teriak juga terdengar dalam video itu.
Pengirim video tersebut yang dikonfirmasi membenarkan bahwa bangunan yang dilalap api tersebut adalah kantor desa Maroneng.
“Iya (benar kantor desa maroneng terbakar), itu (video) kiriman petugas pemadam kebakaran,” ucapnya dikonfirmasi sesaat lalu.
Belum diketahui apakah kantor desa tersebut terbakar atau sengaja dibakar yang mana sebelumnya kantor tersebut dikabarkan dirusak oleh orang tak dikenal (OTK).
Sekertaris Desa Maroneng yang dihubungi melalui pesan WhatsApp dan panggilan telpon, hingga berita ini naik tayang, belum menjawab.
Untuk diketahui, beberapa hari lalu sejumlah personel polisi diterjunkan ke Desa Maroneng guna mengawal kegiatan eksekusi lahan seluas 4 hektar.
Rumah rumah warga dihancurkan, warga dan polisi sempat terlibat saling dorong bahkan ada dua orang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Pinrang yang terluka akibat diduga dianiaya oknum polisi. (***)
