Firmansah K Efendi: “Mengukur Keberhasilan Pemimpin Dalam Memimpin”

- Redaksi

Senin, 26 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Firmansah Koeswoyo Efendi

Firmansah Koeswoyo Efendi

Bantaeng, Sulsel – Firmansah Koesyono Efendi atau yang lebih akrab disapa Firman ini adalah salah satu Mahasiswa pendidikan Strata 2 di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Anak muda kelahiran Bantaeng tahun 1995 ini, menuangkan pemikirannya terkait dengan ungkapan sebuah ulama besar yang juga mantan Presiden R.I, KH. Abdurahman Wahid yang mengatakan “Keberhasilan Pemimpin Diukur Dari Kemampuan Mereka Dalam Mensejahterakan Masyarakat Yang Mereka Pimpin”.

Berikut ini kutipan tulisan Firmansah Koeswoyo Efendi terkait dengan tajuk diatas yang dikirim ke Beritasulsel.com pada Minggu (25 Juni 2023) :

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perhelatan pesta demokrasi sudah sangat santer diperbincangkan pada berbagai kesempatan.

Diketahui, pemilihan Eksekutif dan Legislatif akan digelar pada tahun 2024 yang merupakan pesta demokrasi terbesar di tanah air ibu pertiwi yang dilakukan 5 tahun sekali berdasarkan UUD 1945 dan sesuai dengan ketentuan pasal 22E ayat 6.

Para publik figur telah bermunculan yang ditandai dengan pendaftarannya di KPU sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg).

Pasca pendaftaran itu, spanduk pun terpasang berjejeran pada beberapa tempat tertentu disetiap wilayah daerah pemilihannya.

Calon yang akan berkompetisi pada kesempatan tersebut, merupakan putra-putri yang dijagokan oleh masing-masing pendukung dan juga rekomendasi Partai Politik dengan brending pada tujuan utama untuk mendapatkan kursi kepemimpinan.

Tulisan ini mengelaborasi demokrasi dan pendidikan, serta tidak berfokus pada dua frasa tentang defenisi demokrasi dan pendidikan.

Hal ini lebih condong pada urgensi pendidikan dalam mengambil tatanan demokrasi untuk mewujudkan pemimpin berlandaskan pada prinsip mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai yang termaktub dalam Amanat UUD 1945.

“Jadikan demokrasi sebagai wadah pendidikan”.

Saya mengajak seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih untuk menjadikan pesta demokrasi sebagai bentuk pemersatu.

Walau kita berbeda pilihan, bukan berarti kita akan menjadi manusia disintegrasi yang tidak memegang teguh bunyi Sila ke-3 pada Pancasila.

Potret demokrasi pada tahun-tahun sebelumnya menjadikan kita bijak dalam menentukan pilihan dan menjadikan kita sebagai pribadi konsistensi.

Sebagai mahluk sosial dan terdidik dalam glosarium, manusia diketahui merupakan kaum intelektual dan dalam dunia pendidikan dan ada satu pembelajaran dikenal sebagai problem solving.

Konsep ini dijadikan sebagai ekspektasi terbesar terhadap pemangku kebijakan dalam upaya memberikan kepastian kesejahteraan sosial, penciptaan lapangan pekerjaan dan menurunkan angka kemiskinan. Problematika ini terus membanyangi sendi kehidupan masyarakat kelas proletariat.

Selain itu, untuk mengangkat pilar pembelajaran dari UNICEF tentang learning to live together, ditekankan agar dapat bergandengan bersama demi mewujudkan cita-cita dan dapat hidup rukun secara harmonis sehingga dapat menjadikan Bhineka Tunggal Ika sebagai pedoman untuk melangsungkan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Disisi lain, mari kita jadikan fundamental tentang apa yang menjadi tujuan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No.87 Tahun 2017 yang menyatakan dengan adanya fondasi karakter seseorang yang kuat, menjadikan demokrasi dalam menentukan pemimpin di masa akan datang membawa perubahan signifikan serta dapat terhindar dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Demokrasi memberikan ruang pada seluruh elemen masyarakat sebagai pemegang kedaulatan, menyandarkan harapan besar kepada pemimpinnya.

Berita Terkait

Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Dana BOSP Dinas Pendidikan Bantaeng Tahun 2025, Kajari Satria Abdi Sampaikan Materi Pencegahan Korupsi
Narasumber di Bimtek BOSP Dinas Dikbud Bantaeng 2025, Kajari Satria Abdi SH MH Sampaikan Materi Pencegahan Korupsi
Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Dana (BOSP) Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng Tahun 2025, DR Muh Rivai Nur SH MSi CGCAE: Assurance PP 80 Tahun 2006
Kajari Satria Abdi SH MH, Diminta Menjadi Narasumber Kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Dana (BOSP) Kabupaten Bantaeng Tahun 2025
Musrenbang Kelurahan Onto Tahun 2025, Lurah Idhan Fajar Berharap Anggota DPRD Bantaeng ‘Anakta Tommo’ Bisa Memperjuangkan Usulan Warga
FKG Unhas Sambut Mahasiswa Baru Spesialis, Magister dan Doktor Semester Genap Tahun Ajaran 2024/2025
Disorot Fraksi PKB DPRD Bantaeng, Kaban BPKD Pemkab dan Kasubbag Keuangan Dikbud Angkat Bicara
Tokoh Pendidikan BAK Sebut Masalah PPDS Bakal Berdampak Turunnya Kelulusan Pelajar di PTN

Berita Terkait

Senin, 24 Februari 2025 - 00:56

Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Dana BOSP Dinas Pendidikan Bantaeng Tahun 2025, Kajari Satria Abdi Sampaikan Materi Pencegahan Korupsi

Sabtu, 22 Februari 2025 - 14:21

Narasumber di Bimtek BOSP Dinas Dikbud Bantaeng 2025, Kajari Satria Abdi SH MH Sampaikan Materi Pencegahan Korupsi

Minggu, 16 Februari 2025 - 21:19

Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Dana (BOSP) Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng Tahun 2025, DR Muh Rivai Nur SH MSi CGCAE: Assurance PP 80 Tahun 2006

Minggu, 16 Februari 2025 - 01:46

Kajari Satria Abdi SH MH, Diminta Menjadi Narasumber Kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Dana (BOSP) Kabupaten Bantaeng Tahun 2025

Jumat, 14 Februari 2025 - 22:02

Musrenbang Kelurahan Onto Tahun 2025, Lurah Idhan Fajar Berharap Anggota DPRD Bantaeng ‘Anakta Tommo’ Bisa Memperjuangkan Usulan Warga

Berita Terbaru

Kapolres Sidrap pimpin Konferensi pers kasus pembunuhan. (Foto: Beritasulsel.com)

Sidrap

Pelaku Pembunuhan Sadis di Sidrap Akhirnya Ditangkap

Jumat, 28 Mar 2025 - 14:57

Konferensi Pers Polres Sidrap. Foto: beritasulsel.com

BREAKING NEWS

Polres Sidrap Gelar Konferensi Pers Kasus Pembunuhan Sadis

Jumat, 28 Mar 2025 - 14:11