Bulukumba – Dua orang siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), muntah dan pingsan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah, Kamis siang (16/10/2025).
Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Daeng Radja Bulukumba dan kini dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD).
Mereka masing masing bernama Nur Azizah alias Wiwi (18), warga Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, dan Mawar (18), warga Desa Bontoraja, Kecamatan Gantarang.
Ditemui di ruang UGD, Wiwi mengaku sempat merasa pusing, mual, kemudian muntah setelah menyantap makanan bergizi yang disajikan di sekolah.
“Saya makan MBG itu, tapi rasanya memang berbeda dari biasanya. Setelah makan, saya mual, kepala saya pusing, kemudian saya muntah muntah sampai tiga kali. Setelah itu saya tidak sadar lagi (pingsan),” ujar Wiwi kepada Beritasulsel jaringan Beritasatu.com, Kamis sore.
Orang tua Wiwi yang menemani putrinya di rumah sakit mengatakan bahwa anaknya dalam kondisi sehat sebelum kejadian dan tidak memiliki riwayat penyakit apa pun.
“Sehat ini anak, Pak. Tidak pernah ada penyakit maag atau penyakit lainnya. Ini murni karena makanan MBG yang dimakan di sekolah,” ungkap orang tua Wiwi.
Hal serupa disampaikan Mawar, yang juga mengalami gejala pusing dan muntah setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis tersebut.
“Rasanya tidak enak sekali, Pak. Nasinya juga warnanya cokelat, padahal biasanya putih sekali. Setelah makan, saya langsung pusing dan muntah-muntah,” ucap Mawar.
Salah satu anggota keluarga Mawar yang turut menjaganya di rumah sakit menyebut bahwa Mawar memang memiliki riwayat penyakit maag.
“Kalau dia (Mawar) memang ada maag-nya,” katanya.
Pantauan di lokasi, Mawar masih tampak pucat dan kesakitan, sementara Wiwi sudah mulai terlihat segar meski masih terpasang selang infus di tangan kanannya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMKN 1 Bulukumba belum memberikan keterangan resmi terkait insiden yang menimpa dua siswi SMKN 1 Bulukumba tersebut. (***)
