Beritasulsel.com – Berikut ini obat diabetes yang bisa menurunkan gula darah dan resistensi insulin pada penderita diabetes melitus tipe 2.
Obat diabetes ini berupa herbal alami yakni “daun salam” dan “kayu manis”. Informasi ini sebagaimana yang dijelaskan oleh dokter Inggrid Tania dalam akun YouTube @KataDokter.
Adapun cara mengolah kedua herbal tersebut sebagaimana yang dijelaskan oleh dr. Inggrid Tania, adalah, pertama tama siapkan 200 gram daun salam dan dua batang kayu manis sebesar dua jari kelingking.
Daun salam dicuci bersih kemudian diiris iris. Selanjutnya masak 400 mil air ke dalam panci sampai mendidih.
Setelah mencapai titik didih, kecilkan apinya, lalu masukkan kedua herbal tersebut kemudian tunggu hingga airnya menyusut hingga setengah atau tersisa sekitar 200 mil.
Setelah air dalam panci menyusut menjadi sekitar 200 ml, matikan kompor dan tunggu hingga suhu ramuan agak turun dan buih-buih hilang. Setelah itu, tuang ramuan ke dalam cangkir dan biarkan hingga suhunya cocok untuk diminum.
Ramuan ini dapat diberi pemanis buatan yang nol kalori atau pemanis alami nol kalori. Namun, penggunaan pemanis adalah opsional dan hanya untuk memberikan rasa manis pada ramuan.
Ramuan ini cukup efektif dalam menurunkan gula darah dan resistensi insulin dengan rasa yang enak.
Ramuan ini bisa diminum dua kali sehari, idealnya sebelum makan. Anda juga dapat mengombinasikannya dengan obat diabetes medis yang diresepkan dokter Anda, dengan memberikan jarak sekitar 1-2 jam.
Untuk mereka yang baru pertama kali mencoba ramuan ini, disarankan untuk mulai dengan satu cangkir per hari.
Jika tidak ada efek samping atau alergi, dosis dapat ditingkatkan menjadi dua cangkir sehari. Selalu pantau kadar gula darah Anda dan jaga agar tidak terlalu rendah (hipoglikemia).
Ini adalah ramuan herbal yang efektif untuk penderita diabetes melitus tipe 2, membantu menurunkan gula darah dan resistensi insulin.
Namun, selalu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengganti atau menambahkan pengobatan apa pun ke dalam rencana perawatan Anda.
Ingat, pengobatan alami adalah pilihan yang baik, tetapi harus digunakan dengan bijak dan sesuai dengan nasihat medis yang kompeten. (***)
