Beritasulsel.com – Aksi unjuk rasa yang mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan Kantor DPRD Kota Parepare justru memantik gelombang kritik di media sosial. Alih-alih memberi dukungan, banyak warganet meminta program tersebut dihentikan atau dievaluasi secara menyeluruh.

Aksi yang digelar di depan Kantor DPRD Parepare, Senin (29/6/2026), mendapat perhatian luas di media sosial. Pantauan pada kolom komentar unggahan terkait aksi tersebut menunjukkan mayoritas warganet mempertanyakan alasan digelarnya demonstrasi untuk mendukung keberlanjutan MBG.

Sejumlah pengguna media sosial bahkan secara terang-terangan meminta agar program tersebut dihentikan.

“Bubarkan ajah,” tulis salah seorang warganet.

Komentar lain juga berbunyi, “Setuju MBG dibubarkan, ditutup total.”

Ada pula yang mempertanyakan siapa sebenarnya pihak yang paling berkepentingan dengan keberlanjutan program tersebut.

“Yang lapar itu bukan anak sekolah penerima MBG tapi karyawan dan pengelola SPPG,” tulis seorang pengguna.

Senada dengan itu, warganet lainnya menyebut peserta aksi lebih tepat disebut sebagai karyawan dibanding relawan.

“Lebih tepatnya karyawan, bukan relawan,” tulis seorang pengguna media sosial.

Kritik juga datang dari masyarakat yang menyoroti penggunaan anggaran negara untuk program MBG. Salah seorang warganet berpendapat anggaran yang dialokasikan untuk MBG berpotensi mengurangi porsi anggaran sektor lain seperti bantuan sosial, bantuan UMKM, hingga pembangunan infrastruktur.

“Bagaimana dengan rakyat yang menanggung dampak jangka panjang dari MBG, kebijakan anggaran rakyat dipangkas seperti bansos, bantuan UMKM, perbaikan jalan, pembangunan yang terhambat,” tulisnya.

Sementara itu, sebagian warganet mengusulkan agar pemerintah mengubah skema program dengan memberikan bantuan uang kepada orang tua siswa agar mereka dapat menyediakan makanan bergizi sesuai kebutuhan anak masing-masing.

Meski demikian, tidak semua komentar bernada penolakan. Sebagian masyarakat tetap mendukung keberlanjutan MBG dan meminta pemerintah hanya melakukan evaluasi terhadap pelaksanaannya tanpa menghentikan program tersebut.

Beragam tanggapan tersebut menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis masih memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Selain menuai dukungan, program unggulan pemerintah itu juga menghadapi kritik terkait efektivitas, sasaran, hingga penggunaan anggaran negara. (*)