​BULUKUMBA – Teka-teki dan kesimpangsiuran mengenai insiden tragis yang menimpa Elmi Febrianti (16) di kawasan wisata Pantai Apparalang akhirnya terang.

Polres Bulukumba secara resmi membeberkan kronologi lengkap dan detail pencarian siswi SMA asal Kecamatan Herlang tersebut.

​Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto melalui Kasat Reskrim AKP Andi Imran Hamid, memastikan bahwa pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa ini, termasuk membidik potensi unsur kelalaian pengelola.

Adapun kronologi kejadian maut tersebut,​ Andi Imran bilang, berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi kunci di lokasi, peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.

“Saat itu, korban diketahui datang ke objek wisata Apparalang untuk berlibur bersama pihak keluarganya,” ungkap Andi Imran kepada Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com, Senin (8/6) sesaat lalu.

​Sesampainya di lokasi, lanjut Imran, korban bersama seorang saksi langsung menuju ke area dermaga.

Korban kemudian berjalan seorang diri di atas papan kayu yang kerap dijadikan spot foto ikonik di pinggir tebing yang menjorok ke laut lepas.

​Sementara itu, saksi tetap bertahan di atas tebing untuk mengambil foto korban menggunakan kamera sesuai permintaan almarhumah.

Namun, maut tidak dapat ditolak. Saat sedang berpose di ujung anjungan papan tersebut, korban diduga kuat terpeleset.

​”Dari keterangan saksi, korban diduga terpeleset dan terjatuh ke laut saat berada di area spot foto yang berada di pinggir tebing kawasan wisata tersebut. Korban kemudian terseret arus dan dinyatakan hilang,” kata Andi Imran mengurai kronologi kejadian itu.

​Pasca kejadian, operasi pencarian skala besar langsung digelar oleh Tim SAR Gabungan yang melibatkan personel Basarnas, BPBD, Polres Bulukumba, TNI, pemerintah setempat, hingga relawan.

Petugas langsung turun menyisir area perairan menggunakan perahu karet di tengah kondisi arus yang dinilai ekstrem.

​Setelah berjibaku hingga tengah malam, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan korban pada Senin dini hari (8/6/2026) sekitar pukul 00.10 WITA.

​Jasad Elmi ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia, bergeser sejauh 1,5 kilometer dari titik awal lokasi dirinya terpeleset.

Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Lingkungan Bontobeang, Kelurahan Bontokamase, Kecamatan Herlang, untuk segera dimakamkan.

​Tragedi maut di Pantai Apparalang ini tidak berhenti pada penemuan jasad korban. Satreskrim Polres Bulukumba berkomitmen penuh untuk menyelidiki apakah ada unsur pidana atau kelalaian (culpa) di balik operasional spot foto ekstrem tersebut.

​”Saat ini kami masih menunggu laporan resmi dari pihak keluarga korban. Setelah laporan diterima, kami akan melakukan serangkaian penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, pihak pengelola objek wisata, serta mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti yang diperlukan,” tegas Imran.

​Polres Bulukumba juga mengimbau masyarakat luas agar senantiasa mengutamakan keselamatan, mematuhi regulasi, dan membaca situasi lingkungan saat berkunjung ke destinasi wisata alam berisiko tinggi seperti tebing dan pantai. (***)