SELAYAR – Proses pencarian terhadap korban kecelakaan laut yang menimpa KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus diintensifkan.

Otoritas penanggulangan bencana melaporkan adanya perubahan terkait jumlah total manifes penumpang setelah dilakukan proses verifikasi faktual di lapangan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengungkapkan bahwa berdasarkan data mutakhir per hari ini Jumat (17/7/2026), total manifes kapal ternyata membengkak dari laporan awal.

“Informasi awal yang masuk ke posko mencatat ada 50 orang di atas kapal. Namun, setelah kami lakukan pencocokan dan validasi ulang bersama instansi terkait, total seluruh jiwa di dalam kapal mencapai 70 orang. Saat ini, fokus utama Tim SAR gabungan adalah melacak atau mencari keberadaan 24 korban yang statusnya masih dinyatakan hilang,” terang Arif, Jumat sesaat lalu.

Kronologi KM Nurul Salsa Tenggelam

Berdasarkan data yang dihimpun tim di lapangan, peristiwa nahas ini bermula ketika kapal motor tersebut bertolak dari Pulau Jampea Kabupaten Kepulauan Selayar menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.

Di tengah pelayaran, kapal yang mengangkut 70 orang tersebut mengalami gangguan mekanis berat pada bagian mesin.

Kondisi mati mesin itu terjadi saat posisi kapal berada di perairan sebelah barat Pulau Polassi, atau berjarak sekitar 43 mil laut (nautical mile) dari Pelabuhan Benteng Selayar.

Lokasi yang jauh dari daratan utama membuat kapal terombang-ambing hingga akhirnya dilaporkan karam. Begitu menerima laporan kedaruratan, Basarnas Makassar langsung menggerakkan armada penyelamat untuk menyisir titik koordinat kejadian.

Penyelamatan 47 Korban oleh Kapal Melintas dan Nelayan

Upaya evakuasi korban KM Nurul Salsa sejauh ini telah berhasil menyelamatkan sebagian besar manifes kapal berkat bantuan dari armada komersial dan nelayan lokal yang berada di sekitar area musibah.

Proses penyelamatan terbagi dalam dua klaster evakuasi:

KM Harapan Kita: Kapal yang kebetulan sedang berlayar dari Pulau Jampea berhasil menemukan titik koordinat korban terombang-ambing pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 04.00 WITA.

Kapal ini sukses mengevakuasi 41 orang, termasuk awak kapal, pada jarak 18 mil laut dari lokasi awal kecelakaan.

Armada Nelayan Lokal: Sebanyak 6 korban selamat lainnya berhasil dievakuasi oleh kapal-kapal nelayan setempat dan langsung dilarikan menuju posko kesehatan di Pulau Polassi.

Hingga saat ini, total korban yang berhasil dievakuasi dari insiden KM Nurul Salsa tenggelam di Selayar berjumlah 47 orang, dengan rincian 46 korban dinyatakan selamat dan 1 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Penyisiran Berbasis Sistem Sarmap

Operasi kemanusiaan skala besar ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur pelabuhan dan keamanan. Operasi SAR gabungan diperkuat oleh personel Pos SAR Selayar, Kantor Basarnas Makassar, jajaran TNI Angkatan Laut, kru KRI Marlin 877, kru KM Harapan Kita, BPBD Selayar, Syahbandar, SROP Selayar, Satpolair, serta puluhan kapal nelayan.

Arif menegaskan, pola pencarian hari ini akan diperluas dan difokuskan pada area yang telah dihitung secara matematis menggunakan sistem Search and Rescue Planning (Sarmap).

Kendati demikian, pihak Basarnas mengonfirmasi bahwa data korban hilang masih sangat dinamis.

Redaksi terus berkoordinasi dengan posko terpadu, mengingat tim SAR gabungan masih membuka posko pengaduan bagi pihak keluarga yang merasa anggotanya ikut berlayar namun belum terdata secara resmi. (***)