JAKARTA – Tren koreksi harga emas Antam Logam Mulia kian merosot tajam. Memasuki hari keempat di pekan ini, tepatnya pada perdagangan Kamis (28/5/2026), emas batangan tersebut mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Berdasarkan pembaruan data terbaru dari laman resmi Logam Mulia pada Kamis pagi, harga dasar emas Antam hari ini anjlok sebesar Rp31.000 per gram.
Pecahan ukuran 1 gram yang pada hari Rabu kemarin masih bertengger di level Rp2.785.000, kini merosot tajam ke angka Rp2.754.000.
Bagi masyarakat maupun pelaku investasi yang ingin memanfaatkan momentum penurunan ini untuk bertransaksi di gerai resmi Butik Emas Logam Mulia, pastikan Anda memperhatikan regulasi PMK No. 48 Tahun 2023.
Aturan ini mewajibkan tambahan komponen pajak PPh 22 sebesar 0,25 persen. Setelah ditambahkan pajak, harga emas Antam untuk ukuran 1 gram hari ini resmi dibanderol Rp 2.760.885.
Merosotnya harga di hari Kamis ini menjadi daya tarik luar biasa bagi para pemburu aset aman (safe haven) yang ingin melakukan akumulasi atau aksi beli (buy) di harga yang relatif lebih murah.
Sebelum Anda menuju butik resmi, berikut adalah rincian lengkap daftar harga dasar emas Antam beserta harga setelah pajak hari ini:
| Berat (Gram) | Harga Dasar (Rp) | Harga + Pajak PPh 0,25% (Rp) |
|---|---|---|
| 0,5 gr | 1.427.000 | 1.430.568 |
| 1 gr | 2.754.000 | 2.760.885 |
| 2 gr | 5.448.000 | 5.461.620 |
| 3 gr | 8.147.000 | 8.167.368 |
| 5 gr | 13.545.000 | 13.578.863 |
| 10 gr | 27.035.000 | 27.102.588 |
| 25 gr | 67.462.000 | 67.630.655 |
| 50 gr | 134.845.000 | 135.182.113 |
| 100 gr | 269.612.000 | 270.286.030 |
| 250 gr | 673.765.000 | 675.449.413 |
| 500 gr | 1.347.320.000 | 1.350.688.300 |
| 1000 gr | 2.694.600.000 | 2.701.336.500 |
Sebagai catatan bagi calon pembeli, perincian potongan nominal pajak PPh 22 sebesar 0,25 persen di atas hanya berlaku bagi konsumen yang menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat bertransaksi di Butik Emas Logam Mulia.
Fluktuasi harian komoditas emas batangan buatan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk tersebut sangat dipengaruhi oleh pergerakan kurs rupiah serta dinamika geopolitik dan bursa finansial global, sehingga harga dasar sewaktu-waktu dapat mengalami penyesuaian kembali pada pembukaan pasar berikutnya. (***)

