BERITASULSEL.COM – Menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha bukan sekadar ritual memotong ternak, melainkan ibadah agung yang memiliki aturan dan tata cara ketat dalam syariat Islam.
Agar ibadah kurban kita sah dan dagingnya menjadi berkah serta halal dikonsumsi, panitia maupun pekurban wajib memahami rukun dan adab penyembelihannya.
Seringkali di lapangan, panitia kurban dadakan kerap melupakan detail-detail kecil yang justru menjadi penentu keabsahan kurban tersebut.
Mulai dari kesiapan mental penyembelih (jagal), kondisi ketajaman pisau, hingga perlakuan terhadap hewan kurban sebelum disembelih harus benar-benar diperhatikan demi menjaga kesejahteraan hewan (ihsan).
Bagi Anda yang bertindak sebagai panitia kurban atau ingin menyembelih hewan kurban milik sendiri besok pagi, berikut adalah panduan praktis tata cara penyembelihan yang sah sesuai sunnah dan syariat Islam:
Syarat Sah Penyembelih (Jagal):
1. Muslim atau Ahli Kitab: Berakal sehat dan sudah baligh.
2. Niat: Menyembelih dengan tujuan beribadah kepada Allah SWT, bukan untuk sesajen atau hal syirik lainnya.
3. Membaca Basmalah: Wajib menyebut nama Allah saat pisau mulai disayat.
Tata Cara dan Urutan Penyembelihan di Lapangan:
1. Merebahkan Hewan dengan Lembut
Rebahkan hewan kurban ke arah lambung kirinya secara perlahan dan tidak kasar. Pastikan posisi kepala dan leher hewan kurban menghadap ke arah kiblat.
2. Menenangkan Hewan dan Menggunakan Pisau Tajam
Pegang kepala hewan dengan kuat namun tetap manusiawi. Gunakan pisau yang sangat tajam untuk mempercepat proses matinya hewan sehingga meminimalisir rasa sakit. Syariat Islam sangat melarang mengasah pisau di hadapan hewan yang akan disembelih.
3. Memutus Tiga Saluran Utama
Saat menyembelih, pastikan sekali sayatan kuat langsung memutus tiga saluran penting di leher hewan, yaitu:
- Saluran napas (tenggorokan/hulqum)
- Saluran makanan (kerongkongan/mari’)
- Dua urat nadi/pembuluh darah di kanan kiri leher (wadajain)
Bacaan Doa Saat Menyembelih Hewan Kurban
Pada saat pisau akan ditempelkan ke leher hewan, penyembelih wajib membaca basmalah dan disunnahkan menyempurnakannya dengan takbir serta doa berikut:
Membaca Basmalah & Takbir:
“Bismillahi wallahu akbar”
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah dan Allah Maha Besar.”
Dilanjutkan Doa Menerima Kurban:
Jika hewan tersebut adalah kurban milik sendiri, bacalah:
“Allahumma hadza minka wa ilaika, fataqabbal minni.”
Artinya: “Ya Allah, hewan ini adalah nikmat dari-Mu dan dipersembahkan kembali untuk-Mu, maka terimalah kurban dariku.”
Jika bertindak sebagai jagal yang menyembelihkan milik orang lain, sebutkan nama pemiliknya:
“Allahumma hadza minka wa ilaika, fataqabbal min [Sebutkan Nama Pemilik Kurban].”
Adab Penting Setelah Hewan Disembelih:
Setelah darah keluar, jangan terburu-buru menguliti atau memotong bagian tubuh hewan kurban. Biarkan hewan sampai benar-benar berhenti bergerak dan dipastikan sudah mati total.
Memotong kaki atau menguliti hewan yang jantungnya masih berdenyut hukumnya makruh menjelang haram karena menyiksa hewan.
Semoga panduan taktis ini bermanfaat bagi kelancaran ibadah kurban Anda dan seluruh panitia di daerah Sulawesi Selatan besok. Selamat Hari Raya Idul Adha! (***)

