BERITASULSEL.COM Resep Coto Makassar – Momentum Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan melimpahnya stok daging kurban di rumah, baik daging sapi maupun kambing.
Namun, jika Anda mulai bosan dengan menu mainstream seperti rendang atau sate, mengolah daging kurban menjadi Coto Makassar bisa menjadi pilihan utama yang menggugah selera keluarga.
Kuliner khas Sulawesi Selatan (Sulsel) yang kaya akan rempah ini sangat cocok disantap hangat-hangat bersama ketupat atau burasa (buras) di hari lebaran.
Burasa (atau buras) adalah makanan tradisional khas masyarakat Bugis dan Makassar di Sulsel yang terbuat dari beras yang dimasak dengan santan, kemudian dibungkus daun pisang dan direbus
Kunci utama kelezatan Coto Makassar terletak pada tekstur daging yang empuk serta kuah kaldu yang kental dan gurih berkat perpaduan kacang tanah goreng.
Bagi Anda yang mendapatkan jatah daging kurban hari ini, tidak perlu khawatir dagingnya akan alot.
Berikut adalah resep praktis dan rahasia cara membuat Coto Makassar rumahan dengan memanfaatkan daging kurban agar cepat empuk meski tanpa menggunakan panci presto.
Bahan-Bahan Utama yang Diperlukan:
Daging Sapi (Kurban): 500 gram (bisa dicampur bagian sandung lamur atau jeroan jika suka).
Air Cucian Beras (Sari yang kedua): 1,5 hingga 2 liter (ini rahasia kuah coto yang gurih tradisional).
Kacang Tanah: 150 gram, goreng lalu blender hingga halus.
Serai: 3 batang, memarkan.
Lengkuas: 2 jempol, memarkan.
Daun Salam: 3 lembar.
Bumbu Halus (Wajib Ditumis):
Bawang Putih: 8 siung.
Bawang Merah: 5 siung.
Ketumbar Bubuk: 1 sendok makan.
Jinten Bubuk: 1/2 sendok teh.
Merica Butiran: 1 sendok teh.
Pala: 1/4 biji.
Garam dan Penyedap Rasa: Secukupnya.
Langkah Memasak agar Daging Kurban Cepat Empuk:
1. Trik Rebusan Pertama
Langkah awal, rebus daging kurban di dalam air mendidih selama 5-7 menit untuk membuang kotoran dan darah yang menempel. Setelah itu, angkat daging dan buang air rebusan pertama ini. Trik ini juga ampuh untuk menghilangkan bau amis khas daging segar.
2. Memasak dengan Air Beras
Potong daging sesuai selera (jangan terlalu kecil agar tidak hancur). Masukkan kembali daging ke dalam panci, lalu tuangkan air cucian beras. Masukkan serai, lengkuas, dan daun salam. Rebus dengan api sedang hingga daging mulai terasa empuk.
3. Tumis dan Masukkan Bumbu
Sembari menunggu daging, tumis bumbu halus dengan sedikit minyak sampai aromanya wangi dan matang (berubah warna agak kecokelatan). Masukkan tumisan bumbu ini ke dalam rebusan daging yang sedang mendidih.
4. Pengental Kuah dari Kacang
Masukkan kacang tanah yang sudah diblender halus ke dalam kuah. Aduk rata agar kacang tidak mengendap di dasar panci. Tambahkan garam, gula, dan penyedap rasa sesuai selera. Kecilkan api, lalu biarkan bumbu meresap sempurna ke dalam serat daging selama kurang lebih 15 menit.
5. Penyajian
Coto Makassar siap dihidangkan. Sajikan di dalam mangkuk kecil dengan taburan daun bawang, seledri, bawang goreng, perasan jeruk nipis, dan sambal tauco khas coto.
Tips Tambahan
Jika Anda tidak memiliki panci presto namun mendapati daging kurban yang didapat teksturnya agak keras, Anda bisa memanfaatkan daun pepaya.
Caranya, bungkus daging kurban yang sudah dipotong-potong menggunakan daun pepaya yang sudah diremas selama 20 menit sebelum direbus.
Enzim papain dalam daun pepaya secara alami akan memutus serat daging sehingga teksturnya langsung empuk saat dimasak.
Selamat mencoba di rumah dan selamat berkumpul bersama keluarga di hari raya Idul Adha! (***)

