BONE – Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), diterjang banjir yang menyebabkan seorang wanita yang telah lanjut usia (lansia) tewas tenggelam di dalam rumahnya, Jumat (8/5/2026).
Korban yang diketahui bernama Naima yang diperkirakan berusia sekitar 100 tahun, adalah warga Lingkungan Pao, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone.
Saat banjir mulai merendam permukiman warga, Naima disebut berada seorang diri di rumahnya di Kelurahan Pao.
Derasnya air yang masuk ke kawasan permukiman diduga membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Faktor usia yang sudah sangat lanjut disebut menjadi penyebab korban kesulitan keluar dari rumah ketika ketinggian air terus meningkat.
Warga sekitar baru mengetahui kondisi korban setelah air mulai menggenangi hampir seluruh bagian rumah. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Lurah Bajoe bersama jajaran kelurahan turun langsung ke lokasi membantu proses penanganan korban serta memberikan pendampingan kepada keluarga.
“Kami turut berduka atas musibah ini. Pemerintah kelurahan hadir membantu keluarga korban dalam proses penanganan hingga pemakaman,” ujar Lurah Bajoe di lokasi kejadian.
Jenazah Naima kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Bukan hanya Naima, seorang bocah berusia 6 tahun juga dilaporkan tewas tenggelam terseret banjir yang menerjang wilayah Panyyula, Kecamatan Tanete Riattang, Timur Bone. Korban diketahui bernama Muh. Arsyah.
Pemerintah Kabupaten Bone bersama aparat kepolisian dan TNI kini turun tangan membantu warga. Aktivitas masyarakat terganggu akibat tingginya debit air yang merendam jalan dan rumah penduduk.
Pemerintah mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Masyarakat, terutama lansia dan anak-anak, diminta segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman apabila air kembali naik.
Musibah Bone diterjang banjir yang menewaskan lansia dan bocah tersebut menjadi peringatan bagi warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. ***

