Beritasulsel.com — Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Kota Parepare dikeluhkan warga. Seorang ibu rumah tangga, Hasnawati, mengaku terkejut dengan lonjakan harga sembako dan sayuran yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Pasar Lakessi dan Pasar Senggol.
Keluhan tersebut disampaikan Hasnawati melalui unggahannya di grup Facebook Aku Cinta Parepare pada Rabu (8/4/2026). Dalam unggahannya, ia menyoroti harga sejumlah komoditas yang dinilai tidak wajar, bahkan lebih tinggi dibandingkan menjelang Lebaran.
“Sebagai IRT, sudah berapa hari ke Pasar Lakessi dan Senggol, kaget dengan semua harga sembako dan sayuran. Tomat sampai Rp20 ribu per kilogram. Bawang merah dan bawang putih harganya selangit, lebih tinggi dari saat mau Lebaran,” tulisnya.
Hasnawati juga meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk turun langsung ke lapangan guna melakukan inspeksi harga dan memastikan kestabilan pasokan serta distribusi bahan pokok.
Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian besar mengaku mengalami hal serupa dan berharap adanya langkah cepat dari pemerintah.
Akun Mini Madjid, misalnya, menilai pemerintah perlu segera turun tangan untuk mengecek kondisi pasar. Ia menyoroti ketidakseimbangan antara kenaikan harga dengan pendapatan masyarakat yang tidak ikut meningkat.
“Sebaiknya pemerintah dan dinas terkait turun ke pasar. Mengapa semua tiba-tiba naik, sementara penghasilan kami tidak ada kenaikan,” tulisnya.
Komentar serupa juga disampaikan warga lainnya, Ella Jumaing, yang menilai kondisi ekonomi masyarakat semakin tertekan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Harga pasar sekarang benar-benar naik. Ekonomi semakin lemah,” tulisnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Penyedia Harga Pasar (SI PHP) Dinas Perdagangan Kota Parepare periode 1–9 April 2026, sebagian besar komoditas terpantau relatif stabil. Dari 14 komoditas yang dianalisis, hanya satu komoditas yang mengalami kenaikan harga, yakni beras varietas medium yang naik dari Rp13.500 menjadi Rp14.000 per kilogram atau sekitar 1,4 persen.
Sementara itu, sejumlah komoditas lain seperti cabai rawit merah tercatat mengalami lonjakan harga dari kisaran Rp63.350 menjadi Rp80.000 per kilogram, meski dalam tren harian masih dikategorikan stabil. Harga bawang merah juga berada di kisaran Rp46.700 hingga Rp48.300 per kilogram, sedangkan bawang putih relatif stabil di angka Rp40.000 per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, seperti minyak goreng curah, telur ayam, daging ayam, hingga ikan cakalang, terpantau tidak mengalami perubahan harga signifikan selama periode tersebut. Tidak ada komoditas yang tercatat mengalami penurunan harga.
Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare, Andi Wisna, membenarkan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu. Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan, kenaikan dipicu oleh keterbatasan stok dan faktor distribusi.
“Alasan ada beberapa komoditi naik berdasarkan informasi dari tim pemantau harga Dinas Perdagangan. Harga tomat dan cabai rawit naik karena stok barang terbatas,” ujarnya kepada beritasulsel.com jaringan beritasatu.com. Kamis, 9/4/2026.
Selain itu, kata dia, kondisi ini juga dipengaruhi oleh faktor musim serta adanya pengiriman barang ke luar daerah yang berdampak pada pasokan di pasar lokal.
Ia juga menyebutkan bahwa harga beras jenis Santana mengalami kenaikan karena harga di tingkat penggilingan turut meningkat.
Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Perdagangan menggelar pasar murah secara rutin untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Solusi dari pemerintah, kami mengadakan pasar murah yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan bergiliran di setiap kelurahan di Kota Parepare,” jelasnya.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menekan dampak kenaikan harga serta menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. (*)

