Pangkep – Seorang paman di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel), berinisial LW (55) duel dengan keponakannya sendiri berinisial SP (41).
Peristiwa itu terjadi di halaman rumah LW di Kampung Bonto Bila-Bila, Desa Patalassang, Kecamatan Labakkang, Pangkep, pada Selasa sore (7/4/2026).
SP duel menggunakan Senjata tajam jenis parang sedangkan LW menggunakan kayu berplat besi alat yang biasa digunakan menjemur gabah.
SP dilaporkan terlebih dahulu menyerang LW lalu terjadi duel hingga keduanya mengalami luka. Namun SP tewas dalam pertarungan satu lawan satu itu.
Kapolsek Labakkang, AKP Sofyan, menjelaskan bahwa SP yang dimetahui memiliki kelainan jiwa atau ODGJ, datang ke rumah LW dan sempat berinteraksi singkat lalu tiba-tiba SP mengeluarkan parang dan menyerang LW.
“SP awalnya masuk ke pekarangan rumah korban dan sempat berbicara. Namun tidak lama kemudian langsung mencabut parang dan mengarahkannya ke korban,” ujarnya.
LW yang baru saja pulang dari kebun berupaya menghindari serangan. Dalam situasi genting, ia meminta istrinya menyelamatkan diri ke dalam rumah.
Sementara itu, LW terus melakukan perlawanan dengan menggunakan alat pertanian berbahan besi hingga keduanya menderita luka serius.
SP kemudian dilarikan ke RSUD Batara Siang Pangkep, namun nyawanya tidak tertolong. Sedangkan LW masih menjalani perawatan di Puskesmas Labakkang.
Dari informasi kepolisian, SP diketahui pernah menjalani perawatan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Dadi Makassar pada Mei 2025 dan memiliki riwayat kontrol kesehatan mental.
Kendati demikian, polisi masih menyelidiki motif pasti kejadian tersebut. Penanganan kasus telah dilimpahkan ke Sat Reskrim Polres Pangkep untuk proses lebih lanjut.
Polisi juga membenarkan bahwa SP dan LW memiliki hubungan keluarga yang sangat dekat. Pendekatan kekeluargaan diharap dapat meredam potensi konflik lanjutan pasca kejadian. ***

