Beritasulsel.com — Pelaksanaan proyek pembangunan Irigasi Lanrae yang membentang dari Lanrae hingga Mario-rio di Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, menuai sorotan dari masyarakat setempat. Warga mempertanyakan transparansi proyek tersebut karena tidak ditemukan papan informasi kegiatan di lokasi pekerjaan.
Sejumlah warga dan petani di Desa Nepo mengungkapkan bahwa aktivitas pembangunan irigasi telah berlangsung, namun tidak disertai papan informasi yang memuat keterangan penting seperti sumber anggaran, nilai kontrak, waktu pelaksanaan, hingga identitas pelaksana proyek.
Padahal, proyek tersebut disebut-sebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Masyarakat menilai bahwa proyek yang menggunakan dana negara seharusnya mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas kepada publik.
Ketentuan mengenai pengadaan barang dan jasa pemerintah sendiri diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 beserta perubahannya. Regulasi tersebut menegaskan bahwa setiap kegiatan pengadaan harus dilaksanakan secara transparan, terbuka, dan akuntabel.
Salah seorang perwakilan petani Desa Nepo mengatakan, ketiadaan papan proyek menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat yang terdampak langsung oleh pembangunan irigasi tersebut.
“Kami sebagai petani tentu berharap proyek irigasi ini berjalan dengan baik dan benar-benar bermanfaat. Namun kami juga ingin ada keterbukaan informasi supaya masyarakat mengetahui detail pelaksanaannya,” ujarnya.
Menurut warga, tidak adanya papan proyek bisa saja mengindikasikan kelalaian administratif atau kurangnya pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Meski demikian, masyarakat menegaskan bahwa sorotan tersebut bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar proyek berjalan sesuai aturan serta memberikan manfaat maksimal bagi petani.
Proyek Irigasi Lanrae sendiri diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan ketersediaan air bagi lahan pertanian di wilayah tersebut, sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas panen serta kesejahteraan petani.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait serta berharap adanya transparansi dan pengawasan lebih lanjut terhadap pelaksanaan proyek tersebut. (*)

