Bulukumba – Beredar kabar bahwa puluhan murid Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Bulukumba mengalami mencret atau diare diduga karena mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada hari Rabu (28/1/2026).
Salah seorang guru SMKN 4 Bulukumba yang dikonfirmasi pada Minggu (1/2/2026) membenarkan informasi tersebut. “Iya, benar,” ungkap guru tersebut yang minta identitasnya tidak disebutkan demi alasan keamanan.
Guru tersebut menjelaskan bahwa pada hari Kamis (29/1/2026) sekitar 10 siswa tercatat tidak masuk sekolah karena mengalami diare usai mengonsumsi MBG yang dibagikan pada hari sebelumnya. Selain itu, sejumlah siswa yang tetap hadir ke sekolah mengeluhkan sakit perut.
“Ada sekitar 10 orang murid tidak masuk sekolah pada hari Kamis karena mencret setelah mengonsumsi MBG yang nasinya mentah yang dibagikan pada hari Rabu. Yang tetap masuk sekolah pada hari Kamis itu, sesampainya di sekolah mereka juga mengeluh sakit perut,” jelas guru tersebut.
Permasalahan terkait MBG di sekolah tersebut tidak berhenti sampai di situ. Pada Jumat (30/1/2026), distribusi MBG kembali mengalami kendala karena makanan bergizi gratis tersebut terlambat tiba di sekolah.
Meski jam pulang sekolah telah usai, para siswa terpaksa menunda kepulangan dan berhamburan di halaman sekolah menunggu kedatangan MBG.
Bahkan, salah seorang siswa sempat melakukan siaran langsung (live) melalui media sosial Facebook untuk mengekspresikan kekesalan mereka. Dalam video tersebut, para siswa menyebutkan bahwa hingga hampir pukul 15.00 WITA, MBG belum juga tiba di sekolah.
Berdasarkan informasi yang diterima para siswa dan guru di sekolah itu, keterlambatan tersebut diduga disebabkan adanya masalah di dapur penyedia MBG.
Guru tersebut berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan agar pelaksanaan dan pengawasan program MBG dievaluasi secara menyeluruh demi menjaga kesehatan dan keselamatan para siswa.
“Saya tidak punya unsur atau tujuan apa pun menyampaikan informasi ini ke media. Kami hanya berharap ada perbaikan ke depan, termasuk kualitas dan pengolahan menu makanan MBG,” pungkas dia.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bulukumba, Wahyu, yang dikonfirmasi Beritasulsel jaringan Beritasatu.com melalui pesan WhatsApp dan panggilan telpon, hingga berita ini naik tayang belum memberikan respon.
Begitu pun dengan pemilik dapur, hingga berita ini naik tayang, belum memberikan respon terhadap pesan konfirmasi yang dikirim via whatsapp. Saat dihubungi via telpon juga tidak diangkat. ***
