Beritasulsel.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare melakukan pemusnahan 16.870 butir obat farmasi hasil rampasan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) pada Rabu (26/02/2025).
Pemusnahan yang berlangsung di Aula Kantor Kejaksaan dipimpin langsung oleh Kajari Parepare, Abdillah. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Sekretaris Daerah Kota Parepare, Muh. Husni Syam, Ketua Pengadilan Negeri, Musyafir, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Balai POM.
Menurut Kajari Parepare, obat-obatan yang dimusnahkan merupakan hasil penyidikan dari Balai POM. “Kita musnahkan barang obat-obatan farmasi. Menyelesaikan eksekusi barang tersebut, karena kalau lama tersimpan bisa menjadi penyakit juga, sehingga harus segera dimusnahkan,” ujar Abdillah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Barang bukti yang dimusnahkan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Nomor: 221/Pid.Sus/2024/PN Pre, tanggal 04 Februari 2024 mencakup 16.870 butir obat, 8 botol obat sirup, 76 tube cream yang terdiri dari 81 jenis obat farmasi.
Pemusnahan dilakukan dengan metode khusus, yaitu diblender dengan air, kemudian dicampurkan dengan cairan kimia (pembersih lantai) untuk memastikan obat-obatan tersebut benar-benar tidak dapat digunakan kembali.
Sekda Parepare, Muh. Husni Syam, mengatakan bahwa pemusnahan obat ilegal tersebut merupakan proses penegakan hukum yang mencerminkan bahwa pemerintah hadir melindungi masyarakat.
Pihak kejaksaan mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan memeriksa izin resmi apotek sebelum membeli obat. Kejaksaan juga mendorong agar Satpol-PP lebih intensif memantau penjualan obat-obatan di 76 apotek yang tersebar di Kota Parepare. (*)