Beritasulsel.com – Konferensi Cabang (Konfercab) XII Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bantaeng berlangsung hangat dan penuh antusias.
Forum musyawarah tertinggi tingkat cabang itu di PMII Bantaeng, menetapkan Andi Erank sebagai Ketua Cabang PMII Kabupaten Bantaeng masa khidmat 2025-2026.
Kegiatan Konfercab ini berlangsung pada Jumat dan Sabtu, (19-20/09/2025) di Aula Lotus Hotel Kirei Bantaeng.
Adapun peserta yang hadir di Konfercab itu merupakan anggota dan kader PMII Bantaeng yang terdiri dari 3 komisariat dan 3 rayon.
Risal Soefrianto (Demisioner Ketua PMII Cabang Bantaeng) dalam sambutannya mengajak PMII harus kembali menjadi kekuatan kritis di tengah kekuasaan yang semakin elitis.
“PMII harus kembali ke marwahnya sebagai kekuatan moral dan intelektual yang berpihak pada rakyat serta berani mengkritisi kekuasaan yang menyimpang dan PMII tidak boleh menjadi penonton dalam situasi krisis sosial hari ini,” tegas Risal.
“Ditengah kemegahan pembangunan kabupaten Bantaeng saat ini, masih banyak masyarakat yang tertinggal secara ekonomi, anak muda yang kehilangan arah, dan kampus yang semakin sunyi dari diskusi kritis. PMII harus hadir untuk itu semua,” kata Risal.
Demisioner Ketua PMII Cabang Bantaeng itu juga menyoroti bahwa di era digital ini, gerakan mahasiswa tidak cukup hanya dengan orasi dan aksi fisik.
“PMII harus mampu menguasai ruang digital, menyuarakan isu-isu publik, melawan disinformasi, dan membangun jejaring gerakan yang luas namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan,” kata Risal.
“Saya tidak sedang mencalonkan diri untuk menjadi pemimpin seremonial. Saya mencalonkan diri untuk mengembalikan PMII ke posisinya sebagai rumah besar bagi kader yang ingin berpikir, bergerak, dan tumbuh,” tegasnya.
Dia pun kemudian menjelaskan arah perjuangan dan komitmen PMII Bantaeng sebagai berikut:
– Membangun PMII sebagai organisasi digital dan responsif zaman.
– Mengawal kebijakan daerah yang tidak berpihak kepada rakyat.
– Mendorong kemandirian ekonomi kader melalui wirausaha dan pelatihan keterampilan.
– Menghidupkan kembali ruang intelektual di internal PMII seperti kajian, riset, dan opini publik.
– Menegaskan posisi PMII sebagai kekuatan independen.

Demisioner Ketua PMII Cabang Bantaeng itu didampingi Andi Erank (Ketua PMII Cabang Bantaeng terpilih) mengatakan bahwa PMII harus menjadi rumah perlawanan yang cerdas, bukan hanya karena marah, tapi karena sadar akan tanggung jawab sejarahnya.
“Jika kekuasaan hari ini menjauh dari rakyat, maka tugas kita adalah mendekatkan suara rakyat ke telinga penguasa. PMII harus berteriak paling lantang. Karena keberanian bukan pilihan, tapi kewajiban kader hari ini,” kata Risal Soefrianto.
