Beritasulsel.com – Ribut-ribut soal proyek Pembangunan Asrama Putri Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sinjai (Aspuri HIPPMAS) di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar,
Mantan ketua Lingkar Mahasiswa Sulawesi Selatan (Lima Sulsel), Mustamin, bersama salah seorang mahasiswa fakultas tehnik bernama Jusriadi, turun langsung meninjau pembangunan proyek yang menelan anggaran dua miliar lebih itu, Senin 7 Januari 2019.
Usai melihat kondisi bangunan, aktifis dan calon arsitek itu mengatakan saat ini yang seharusnya dilakukan adalah menghentikan sementara pembangunan itu sebelum pihak kepolisian datang melakukan penyelidikan. Ia juga mengatakan bahwa dilokasi tidak ada papan proyek dan gambar bangunan yang terpasang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bangunan Aspuri Hippmas dari pihak pelaksananya itu tidak mematuhi aturan yang sebenarnya. Jadi saya tekankan kepada pihak penyidik jangan setengah setengah menangani kasus ini. Apalagi Pengakuan Direktur CV. Sumber Rejeki Utama, harus menghadirkan tiga orang yang terlibat didalamnya untuk duduk bersama jangan cuma berani berkomentar di sosial media” sebutnya.
BERITA TERKAIT: Pembangunan Aspuri HIPPMAS Jalan Perintis Makassar Menuai Polemik
Dari pandangan secara teknik, sosok sang Arsitek itu mengatakan bahwa Itu sudah tidak sesuai secara adiministrasi sebab papan proyek dan gambar gedung tidak terpasang. Apalagi berbicara masalah struktur dan bahan bangunan itu bisa di ketahui ketika kita liat melalui Rencana Anggaran Biaya (RAB) nya.
“Tapi saya liat secara langsung dilapangan, ada beberapa yang dibongkar terutama kolom yang diatas, untuk pemasangan atap. Bagi saya itu tidak layak disebut pekerjaan mencapai 70%. Kalau menurut yang saya lihat baru Sampai tahap 50% disebabkan pekerjaan atap belum selesai. Baru bisa dikatakan 70% itu apabila pekerjaan atap sudah rampung” kata Adhy menjelaskan.
“Makanya saya bersama Lingkar Mahasiswa Sulawesi Selatan minta pekerjaan itu seharusnya dihentikan sebelum penyidik turun. Karena apa yg mau disidik kalau pekerjaanya lanjut terus. Pekerjaan bisa dilanjutkan setelah ada hasil atau keputusan dari penyelidikan. agar tidak terjadi lagi saling tuding menuding satu sama lain” tutup Adhy.
Sementara itu, Kasat reskri Polres Sinjai AKP Noorman yang dikonfirmasi melalui WhatsApp-nya mengatakan bahwa minggu lalu pihaknya sudah memanggil PPK pada proyek tersebut, namun dokumen yang diminta polisi belum diberikan, “Minggu kemarin sudah kami panggil PPK nya tapi belum bisa memberikan dokumen yang kami minta. Minggu ini, rencana ke lapangan, karena tadi (Senin 7 Januari_red) kayaknya ada DPRD Sinjai ke sana” Singkat Akp Noorman.
Untuk diketahui, Senin kemarin, 7 Januari 2019, ketua komisi III DPRD Sinjai bersama dengan Kadis PUPR, PPK, Konsultan, Pihak Kontraktor dan beberapa orang mahasiswa yang tergabung dalam HIPPMAS turun langsung meninjau pembangunan Aspuri HIPPMAS yang masa pengerjaannya telah melewati batas yang ditentukan.
Namun, hingga berita ini diturunkan konfirmasi ke ketua komisi III DPRD Sinjai dan beberapa pejabat yang turun langsung meninjau proyek yang sedang berpolemik tersebut belum berhasil dilakukan (Sambar/BSS)