MAROS— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Peningkatan Literasi Keuangan dan Kesadaran Risiko di Kalangan Remaja Melalui Pendekatan Kontekstual Berbasis Kehidupan Desa” pada Sabtu, 17 Januari 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Bonto Matinggi dan diikuti oleh delapan remaja putra dan putri setempat.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya literasi keuangan serta kesadaran terhadap berbagai risiko yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara sederhana dan kontekstual agar mudah dipahami serta relevan dengan kondisi kehidupan desa.

Pemateri, Andi Nuramanda K. Machmud, memaparkan materi dasar mengenai risiko, mulai dari pengertian risiko, jenis-jenis risiko, hingga cara menghadapi dan merespons risiko secara bijak. Peserta diajak mengenali contoh risiko yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti risiko keuangan akibat pengeluaran tak terduga, risiko kesehatan, serta risiko kehilangan atau kerusakan perlengkapan sekolah.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat mengaitkan konsep risiko dengan pengalaman pribadi yang mereka alami. Metode ini mendorong peserta untuk lebih aktif berdiskusi dan berani mengemukakan pendapat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi literasi keuangan.

Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia remaja. Materi yang disampaikan meliputi cara sederhana mengelola uang saku, seperti mencatat pendapatan dan pengeluaran, mengontrol keuangan secara rutin, memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan, serta membiasakan diri menabung secara konsisten.

Selain pemaparan materi, sosialisasi juga diisi dengan sesi diskusi. Para peserta terlihat antusias dengan aktif mengajukan dan menjawab pertanyaan. Hal ini menunjukkan adanya ketertarikan serta pemahaman awal peserta terhadap materi yang disampaikan.

Salah satu peserta mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi ini membuka kesadarannya tentang pentingnya memahami risiko dan mengelola keuangan dengan baik. “Selama ini saya sering menghabiskan uang tanpa perencanaan dan tidak pernah mencatat pengeluaran.

Kegiatan ini membuat saya sadar pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan serta mulai menabung agar lebih siap menghadapi risiko ke depan,” ujarnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan remaja Desa Bonto Matinggi tidak hanya memahami konsep risiko dan literasi keuangan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kesadaran terhadap risiko serta pengelolaan keuangan yang bijak menjadi bekal penting bagi remaja dalam menghadapi keterbatasan sumber daya dan pengambilan keputusan finansial di masa depan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk pola pikir remaja yang lebih kritis, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan keuangan.(red)