Beritasulsel.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unhas mempersembahkan program kerja berjudul SIAGA atau Sosialisasi dan Informasi Aksi Giat Atasi. Program ini digagas oleh Rafly Adriansyah Salam dengan bimbingan DR. ENG. IR. Purwanto, ST., MT. selaku Dosen Pembimbing KKN (DPK).
Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Kelurahan Kampung Pisang, Kota Parepare, dan dihadiri oleh perangkat kelurahan, kader lingkungan, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Program SIAGA dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Dalam acara ini, mahasiswa KKN menyampaikan materi edukasi disertai tayangan visual dan contoh langsung pemilahan sampah organik dan anorganik.
Selain sosialisasi, tim KKN juga mengadakan sesi diskusi terbuka yang melibatkan warga untuk berbagi pengalaman dan ide kreatif terkait pengelolaan sampah. Warga diperkenalkan pada strategi sederhana namun efektif, seperti pembuatan kompos dari sampah organik, penggunaan kembali barang layak pakai (reuse), dan pemanfaatan bank sampah untuk meningkatkan nilai ekonomi dari sampah anorganik.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap edukasi berkelanjutan, tim KKN juga membuat papan informasi mengenai konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dipasang di area strategis Kampung Pisang, Kota Parepare. Papan informasi ini berisi panduan singkat dan ilustrasi menarik agar warga lebih mudah memahami dan mempraktikkan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui program SIAGA ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli lingkungan dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan insidental,” ujar Rafly Adriansyah Salam, pemilik program kerja.
Dosen Pembimbing KKN, DR. ENG. IR. Purwanto, ST., MT., menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa yang mampu merangkul masyarakat dalam aksi nyata menjaga lingkungan. “Program ini sejalan dengan misi membangun kesadaran lingkungan berkelanjutan yang dimulai dari tingkat keluarga hingga komunitas,” ujarnya.
Kegiatan SIAGA ditutup dengan komitmen bersama dari warga dan pihak kelurahan untuk menerapkan pemilahan sampah sejak rumah tangga serta mendukung keberlanjutan program melalui koordinasi rutin antara warga, kelurahan, dan pihak terkait. (*)
