Beritasulsel.com — Ketua Komunitas Warga Lingkar Tambang (KWLT), Najamudin, membantah tuduhan diskriminasi terhadap pengusaha lokal oleh PT Masmindo Dwi Area (MDA) dalam proses pengadaan makanan. Menurut Najamudin, tudingan tersebut tidak berdasar dan berpotensi memecah belah solidaritas masyarakat lingkar tambang.

“Masmindo justru memberi ruang dan kepercayaan kepada UMKM serta koperasi lokal untuk terlibat dalam proses pengadaan kebutuhan operasional tambang,” ujar Najamudin.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan Perseroda Sulsel dalam proyek penyediaan logistik makanan merupakan bagian dari kerja sama yang lebih luas antara pemerintah provinsi dan swasta untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih merata.

Najamudin mencatat bahwa banyak koperasi dan pelaku UMKM setempat yang menjadi mitra penyedia kebutuhan pokok untuk karyawan Masmindo. “Kami melihat langsung koperasi dan pelaku usaha kecil diberdayakan. Ini bentuk nyata bahwa perusahaan hadir dengan pendekatan kolaboratif, bukan eksklusif,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya semangat profesionalisme di kalangan pelaku usaha lokal agar peluang yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal. “Kesempatan sudah diberikan. Tinggal bagaimana kita, para pelaku lokal, mampu memenuhi standar dan konsistensi pelayanan,” ucapnya.

Najamudin mengimbau agar narasi provokatif yang menyeret investasi ke ranah konflik kepentingan pribadi segera dihentikan demi menjaga kondusifitas daerah. “Mari kita jadikan tambang ini sebagai jalan untuk mengangkat ekonomi masyarakat, bukan alat untuk memperkeruh suasana,” tutupnya. (*)