Beritasulsel.com — Ketua Garda Bela Negara Nasional (GBNN) Sulawesi Selatan, Andi Baso Fadli Husain menentang munculnya narasi separatisme di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi. Pernyataan itu merupakan respons terhadap aksi-aksi sejumlah kelompok Mahasiswa di Makassar yang menggelar peringatan Organisasi Papua Merdeka.

Dalam keterangannya kepada media, Andi Baso mengecam keras segala bentuk provokasi dan propaganda pro-separatis yang mencoba masuk ke Bumi Sulawesi.

“Kami menolak dan mengecam dengan tegas segala bentuk provokasi gerakan separatis, terutama yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Sulawesi Selatan bukan tempat bagi ideologi pemecah belah bangsa,” ujar Andi Baso, Senin (1/7).

Ia juga menyampaikan imbauan kepada para pelajar asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di Kota Makassar agar tetap menjaga suasana kondusif dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan provokatif kelompok separatis.

“Kami menghormati saudara-saudari kami dari Papua yang menuntut ilmu di Makassar. Tetap fokus belajar, jangan terhasut oleh propaganda yang bertentangan dengan semangat persatuan dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Andi Baso menegaskan bahwa Tanah Papua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan segala kekayaan budaya dan sumber dayanya.

“Papua adalah bagian integral dari Indonesia. Kita harus menjaganya bersama sebagai wujud dari semangat kebhinekaan yang telah menjadi fondasii bangsa ini,” ujar alumni kader BELA Negara Nasional Pemuda Pancasila KT/97 tersebut.

Pernyataan ini disampaikan menyikapi sejumlah informasi terkait penyebaran paham separatis di berbagai wilayah Indonesia. GBNN Sulsel memastikan akan terus berdiri di garis depan dalam menjaga keutuhan bangsa dan melawan setiap bentuk ancaman terhadap NKRI. (*)