Beritasulsel.com – Bukan hanya penipuan online, bahkan penipuan offline juga marak akhir akhir ini.

Salah satu korbannya adalah seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Rosnah, warga Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Wanita berusia 34 tahun tersebut mengaku menjadi korban penipuan hingga emas 700 gram miliknya diambil pelaku.

Uang sebanyak 2 miliar rupiah hasil jual puluhan ekor sapi dan beberapa hektar sawah, juga ludes diembat pelaku.

“Emas 700 gram, uang sekitar Rp2 M (miliar) semua diambil sama pelaku pak. Pelakunya satu kampung dengan saya orang Sidrap,” ucap Rosnah kepada beritasulsel jaringan beritasatu.com, Selasa (7/5/2024).

Rosnah mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Satreskrim Polres Sidrap sejak akhir tahun 2023.

“Saya melapor bulan Desember 2023, dan baru baru ini saya temui lagi penyidik dan dia bilang kasus ini sudah naik sidik. Atas hal itu, saya apresiasi Polres Sidrap, saya berharap semoga secepatnya ada penetapan tersangka,” harapnya.

Rosnah bilang, pelakunya adalah Ibu Rumah Tangga warga Sidrap. Saat pelaku diperiksa di Polres Sidrap kata Rosnah, pelaku sudah mengakui perbuatannya.

“Naakui semua pak waktu diperiksa di Polres Sidrap. Makanya saya berharap pelaku segera ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan agar ada efek jera,” harapnya.

Modus pelaku dalam melancarkan aksinya

Ada pun modus pelaku dalam melancarkan aksinya kata Rosnah, mula mula pelaku datang menemui Rosnah untuk pinjam uang sebagai modal usaha.

Karena pelaku hanya tinggal menumpang di kolong rumah warga dan tidak punya pekerjaan, Rosnah iba akhirnya meminjamkan uang kepada pelaku.

Namun saat ditagih, pelaku punya banyak alasan dan tidak membayar utangnya. Hingga suatu hari pelaku datang lagi menemui Rosnah bermaksud meminjam kembali uang, kali ini dengan modus lain.

“Setelah pinjaman pertamanya tidak sanggup dia bayar, dia (pelaku) datang lagi menemui saya mau pinjam uang, alasannya dia mau menebus utangnya di BRI baru mengutang lagi di BRI. Jadi kalau cairmi uangnya di BRI, dia bayarmi katanya utangnya sama saya. Jadi saya kasi pinjam lagi waktu itu sesuai dengan permintaannya. Beberapa bulan kemudian saya tagih lagi, dia bilang tidak jadi cair BRI nya,” jelas Rosnah.

“Karena saya menagih nagih terus, akhirnya dia menunjuk sebuah mobil, itu mobil dia mau jual katanya untuk bayar utangnya di saya. Belakangan saya tanya ‘apakah sudah laku’ eh dia bilang tidak jadi dia jual, alasannya itu mobil jatuh ke jurang dan hancur,” beber Rosnah.

“Saya baru sadar bahwa saya ditipu setelah semua uang dan emasku habis ia kuras. Emas 700 gram saya kasi ke dia dan dia gadai ke pegadaian, surat suratnya semua ada sama saya dan sudah saya perlihatkan semua ke Polisi waktu saya melapor,” paparnya.

“Saat ini harapan saya satu satunya adalah polisi dapat mengungkap kasus ini hingga terang benderang, karena saya yakin ada orang lain yang memback up pelaku dengan kata lain ini sindikat,”

“Jadi saya berharap polisi dapat mengungkap kasus ini dan menjaring semua yang terlibat. Saat ini pelaku sudah bangun rumah mewah dan sudah mau naik haji ONH Plus. Dulu dia hanya tinggal menumpang di kolong rumah warga. Setelah menipu saya, dia jadi kaya raya tapi utangnya dia tidak mau bayar, dia malah menantang saya melapor ke polisi,” pungkasnya.

Kendati demikian, belum ada keterangan resmi yang diterima beritasulsel beritasatu.com dari pihak kepolisian Sidrap terkait kasus ini. (***)