Beritasulsel.com – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pemerintahannya fokus pada kerja nyata untuk masyarakat Kota Makassar, bukan sekadar mencari perhatian. Dalam 100 hari kerja, sejumlah langkah strategis telah dilakukan untuk meletakkan pondasi yang kokoh bagi program-program prioritas.

Menurut Munafri, capaian 100 hari bukanlah titik akhir dari janji-janji politiknya, melainkan tahap awal untuk memperlihatkan arah pembangunan yang jelas dan progres yang terukur. “Ketika bicara 100 hari, bukan berarti semua target harus selesai. Tapi sudah sejauh mana program itu mulai berjalan,” ujarnya.

Syahrullah Sanusi, aktivis perencanaan pengembangan wilayah dan pengurus KNPI Kota Makassar, juga menilai bahwa kritik yang konstruktif sangat penting dalam pembangunan Kota Makassar. Namun, kritik tersebut harus disertai data dan tidak memiliki niat buruk.

“Kita ini sebagai Pemuda Kota Makassar sudah seharusnya ikut mengawal pembangunan Kota Makassar. Kritik tentunya boleh yang penting tidak ada ‘mens rea’-nya dan tidak kalah penting disertai data,” ungkap Syahrullah.

Ia juga menilai bahwa beberapa pemuda masih memiliki pola pikir yang tidak kritis dan tidak sportif dalam menilai kinerja pemerintah. “Mari berpikir kritis, berjiwa sportif, supaya generasi pemuda yang menjadi penerus bangsa ini siap dengan berbagai kemajuan zaman yang akan kita hadapi di masa mendatang,” jelasnya. (*)