3 Polisi Luka Berat dan 1 Tewas Ditikam Penjudi Sabung Ayam

oleh -
Ilustrasi (ist)

Beritasulsel.com – Empat anggota Polsek Taliabu Barat dari jajaran Polres Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut) diserang senjata tajam oleh penjudi sabung ayam.

Mereka masing-masing yakni La Ode Syaifuddin dan Saharuddin yang mengalami luka tikaman, Damalia luka berat, serta Samiruddin meninggal dunia.

“Dalam kasus ini, polisi sudah lakukan olah TKP dan memeriksa lima orang saksi dari masyarakat dan lima dari anggota,” ujar Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan, Senin (25/11/2019).

Petugas di lapangan juga menyita beberapa senjata tajam yang digunakan kedua pelaku untuk menyerang anggota. Mereka yakni La Bomba bersama dan Darno.

Adip menjelaskan, kronologi kejadian berawal saat judi sabung ayam di kebun percontohan, Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Jumat (22/11/2019) pukul 16.30 WIT.

Saat itu, La Bomba dan La Darno sedang menyabung ayam dan terjadi kesalahpahaman antara keduanya tentang posisi judi draw (imbang) atau lanjut. La Bomba kemudian melemparkan ayam miliknya yang masih bertaji dan mengenai La Darno hingga melukainya. Namun La Darno tidak bereaksi.

La Bomba justru semakin emosi dan mencabut badiknya. Dia mengancam La Darno untuk terus melanjutkan permainan judi sabung ayam.

Saat itu, ada anggota Polsek Taliabu Barat bernama La Ode Syaifuddin yang melintas. Awalnya anggota berniat melerai dan melepaskan tembakan ke udara.

La Bomba kemudian melarikan diri dan suasana arena sabung ayam yang dipenuhi sekitar 100 orang menjadi ricuh. La Darno pulang ke rumah mengambil senjata tajam dan kembali ke arena hingga terjadi penikaman yang mengenai keempat personel Polsek Taliabu Barat.

“Saat ini Kapolres Kepulauan Sula AKBP Muh Irvan sudah di lokasi untuk penanganan kasus. Jenazah yang meninggal dunia sudah dimakamkan, sedangkan korban luka berat dirujuk ke RS Baubau, Sulawesi Tenggara,” kata Adip.

Hasil olah TKP, dua orang ditetapkan tersangka. Yakni La Bomba dan La Darno, dia disangkakan dengan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) jo Pasal 64 KUHP dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.[inews]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *