BULUKUMBA – Desakan publik atas lambannya penanganan kasus penimbunan BBM subsidi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus meluas.
Kamis mendatang (15/10/2026), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pengurus Pusat Front Kesatuan Mahasiswa Indonesia (DPP FKMI) dipastikan bakal menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.
“Insya Allah, hari Kamis yang akan datang kami serbu Polda Sulsel dan saya sendiri yang akan turun langsung memimpin aksi ini,” ungkap Dewan Komite FKMI, Jumardi, kepada Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com, Selasa (13/10/2026).

Aksi demonstrasi bertajuk “Bulukumba Darurat Penimbunan BBM Subsidi” ini dipicu oleh sikap pasif dan lambannya jajaran Polres Bulukumba dalam merespons laporan warga terkait gudang penimbunan solar di Dusun Camparigi, Desa Bijawang, Kecamatan Ujung Loe.
Berdasarkan selebaran Seruan Aksi resmi DPP FKMI, aksi massa tersebut dijadwalkan berlangsung di depan Mapolda Sulsel mulai pukul 13.00 WITA hingga selesai.
Dalam seruan aksinya, DPP FKMI melayangkan empat poin tuntutan tegas kepada Kapolda Sulsel dan jajaran pimpinan Polda Sulsel:
- Mendesak Kapolda Sulawesi Selatan segera melakukan evaluasi jajaran Polres Bulukumba yang diduga melakukan pembiaran terhadap aktivitas penimbunan solar di Dusun Camparigi, Desa Bijawang, Kabupaten Bulukumba.
- Mendesak Kabid Propam Polda Sulawesi Selatan segera memanggil dan memeriksa Kapolres Bulukumba serta Kasat Reskrim Polres Bulukumba yang dinilai tidak mampu memberantas mafia BBM subsidi jenis Solar dan Pertalite di Kabupaten Bulukumba.
- Mendesak Kapolda Sulawesi Selatan perintah langsung Kapolres Bulukumba untuk segera melakukan penangkapan serta penyelidikan terhadap pemilik BBM subsidi jenis solar di Dusun Camparigi, Desa Bijawang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba.
- Mencopot Kapolres Bulukumba dan Kasat Reskrim Bulukumba yang dianggap gagal total dalam penegakan hukum di Kabupaten Bulukumba
Aktivis menilai, penggerebekan yang baru dilakukan Satreskrim Polres Bulukumba pada Senin (12/10/2026) setelah beritanya viral di media massa membuktikan adanya kelemahan kepemimpinan di Polres Bulukumba.
Keterlambatan penindakan tersebut berdampak fatal, di mana barang bukti solar di lokasi yang semula diperkirakan mencapai 10 ton menyusut drastis menjadi hanya tersisa 2 tandon terisi penuh saat petugas tiba di lokasi.
Sementara sebagian besar BBM subsidi dalam drum besi lainnya diduga telah berhasil dipindahkan oleh terduga pelaku.
DPP FKMI menegaskan bahwa aksi di Polda Sulsel pada Kamis mendatang merupakan bentuk pengawalan agar penegakan hukum tidak tumpul ke atas dan tidak berhenti pada formalitas penyegelan semata, melainkan wajib menangkap terduga pelaku serta membongkar dugaan oknum backing di balik bisnis haram tersebut. (***)


