Beritasulsel.com — Menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) I Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026, Fauziah Zulfitri, S.Psi., M.M., PCC, atau yang akrab disapa Ochy, menawarkan gagasan kepemimpinan melalui konsep “ILUNI dengan HATI: Hangat Bersama, Tajam Berdampak.”
Calon ketua ILUNI UI Sulsel tersebut mengusung visi membangun organisasi alumni yang inklusif, kolaboratif, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi anggota maupun masyarakat Sulawesi Selatan.
Ochy membawa pengalaman lebih dari dua dekade di bidang korporasi, pengembangan sumber daya manusia, kepemimpinan, dan kewirausahaan. Melalui pencalonannya, ia menawarkan pendekatan kepemimpinan yang berorientasi pada pengembangan potensi anggota serta penguatan peran organisasi alumni.
Perjalanan profesional Ochy dimulai di Jakarta dengan bekerja di sejumlah perusahaan nasional dan multinasional, antara lain Tempo, ACNielsen, Experd Consulting, dan Woodgroup Indonesia.
Setelah mencapai posisi Senior Manager, pada 2009 ia dipercaya CT Corp untuk memimpin operasional Trans Studio Theme Park Makassar. Kariernya kemudian berlanjut hingga menjabat Direktur Hospitality Group di Bosowa Corporation.
Pada 2016, Ochy mendirikan Insight Indonesia, perusahaan konsultan yang bergerak di bidang pengembangan manusia, kepemimpinan, dan organisasi dengan basis operasional di Makassar.
Selama satu dekade, perusahaan tersebut mengembangkan portofolio lebih dari 250 klien, mulai dari BUMN, perusahaan multinasional, pelaku usaha, hingga institusi pemerintahan di berbagai wilayah Indonesia, Malaysia, dan Timor-Leste.
Di luar dunia usaha, Ochy juga aktif dalam pengembangan komunitas profesional dan kepemimpinan perempuan. Ia merupakan Founder Muslim Women Space dan Nuura Kamala Inspira, Wakil Ketua DPD Perhimpunan Manajemen Sumberdaya Manusia Sulawesi Selatan, serta bagian dari Leadership Team International Coaching Federation Jakarta Charter Chapter.
Ia juga memiliki kredensial Professional Certified Coach (PCC) dari International Coaching Federation, sertifikasi Asesor Kompetensi BNSP, dan tergabung dalam Maxwell Leadership Certified Team. Selain itu, ia telah menulis dua buku kepemimpinan, yakni I Am Your Coach dan Becoming Assertive Leader.
Dalam pencalonannya, Kak Ochy mengedepankan prinsip human-centered leadership atau kepemimpinan yang berpusat pada manusia.
Pendekatan tersebut bertumpu pada empat nilai, yakni Empathy (empati), Excellence (keunggulan), Collaboration (kolaborasi), dan Integrity (integritas).
Menurut Ochy, empati diperlukan untuk membangun kepercayaan dan memahami kebutuhan anggota. Sementara itu, profesionalisme, kolaborasi, dan integritas menjadi landasan untuk memastikan organisasi berjalan secara efektif dan bertanggung jawab.
“Kepemimpinan dengan HATI bukan berarti mengesampingkan logika dan ketegasan. Justru di situlah empati, profesionalisme, dan integritas harus berjalan bersama untuk menghasilkan manfaat nyata,” ujarnya.
Melalui gagasan ILUNI dengan HATI, Kak Ochy menetapkan visi mewujudkan ILUNI UI Sulawesi Selatan yang hangat, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi anggota serta masyarakat Sulawesi Selatan.
Visi tersebut diterjemahkan ke dalam empat misi utama.
Pertama, Hubungkan, yakni membangun jejaring alumni lintas generasi, fakultas, profesi, dan wilayah yang inklusif serta aktif.
Kedua, Akselerasi, dengan membuka peluang pengembangan karier, bisnis, kompetensi, dan kepemimpinan melalui program mentoring, coaching, serta jejaring profesional.
Ketiga, Tebar Manfaat, yaitu mendorong kolaborasi dan pemanfaatan kompetensi alumni untuk menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Keempat, Integritas, melalui penguatan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, partisipatif, dan memiliki pola regenerasi kepemimpinan yang terencana.
Keempat misi tersebut dirancang melalui sejumlah program, antara lain HATI Connect, HATI Mentoring & Career Lab, HATI untuk Sulsel, dan HATI Amanah.
Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah menetapkan satu isu prioritas Sulawesi Selatan setiap tahun. Isu tersebut akan menjadi fokus kajian, dialog lintas pemangku kepentingan, penyusunan rekomendasi, hingga pelaksanaan aksi kolaboratif yang melibatkan alumni.
Dalam aspek tata kelola, Ochy juga merencanakan pelaporan kegiatan dan keuangan setiap tiga bulan, evaluasi kepuasan anggota, serta pengembangan kader kepemimpinan muda.
Ochy menilai, keberhasilan organisasi alumni tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan. Menurutnya, manfaat yang dirasakan anggota dan masyarakat perlu menjadi bagian penting dalam evaluasi program kerja.
Karena itu, rancangan programnya mencakup sejumlah indikator, seperti tingkat partisipasi alumni, manfaat program mentoring, terbentuknya peluang kolaborasi, hasil kegiatan sosial, dan tingkat kepuasan anggota.
Ia menilai, organisasi alumni memiliki modal sosial dan intelektual yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang pengembangan diri, memperluas jejaring profesional, serta menjawab kebutuhan masyarakat.
“Organisasi alumni seharusnya tidak hanya menjadi tempat kita bertemu kembali, tetapi juga ruang untuk saling menguatkan, membuka kesempatan, dan menghasilkan karya bersama. Kehangatan membangun rasa memiliki, sementara profesionalisme memastikan setiap gerakan memiliki arah dan hasil,” ungkapnya.
Melalui pencalonannya sebagai ketua ILUNI UI Sulsel, Ochy berharap pengalaman membangun organisasi, mengelola bisnis, dan mengembangkan kepemimpinan dari Makassar dapat menjadi bagian dari kontribusi bagi almamater dan masyarakat Sulawesi Selatan.
Gagasan tersebut dirangkum dalam pesan yang diusungnya, yakni “Hangat Bersama, Tajam Berdampak”. Sebuah pendekatan yang menempatkan kebersamaan sebagai fondasi dan kontribusi nyata sebagai tujuan organisasi alumni. (*)


