Beritasulsel.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus bergerak cepat menangani dampak kekeringan tanaman padi di sejumlah daerah menghadapi ancaman puncak musim kemarau yang diperparah fenomena iklim El Nino.
Tim Pertanian Provinsi Sulsel dikerahkan untuk melakukan penanganan langsung di areal persawahan, salah satunya melalui pompanisasi. Seperti di Kabupaten Pinrang serta operasi penanganan kekeringan di wilayah Luwu dan Luwu Utara.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan langkah tersebut merupakan upaya Pemprov Sulsel menjaga produktivitas pertanian sekaligus melindungi lahan persawahan petani dari dampak musim kemarau.
Tim Pertanian Provinsi Sulsel melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengidentifikasi titik-titik persawahan yang masih memungkinkan diselamatkan melalui intervensi pengairan.
“Saat ini tim pertanian Provinsi tengah melakukan giat penanganan kekeringan tanaman padi melalui pompanisasi di Kabupaten Pinrang, Luwu, Luwu Utara dan daerah lainnya yang terdampak,” kata Andi Sudirman, Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel, Bustanul Arifin, mengatakan tim di lapangan berkoordinasi dengan dinas pertanian kabupaten/kota, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta petugas pengamatan organisme pengganggu tanaman untuk menentukan lokasi prioritas penanganan.
“Prinsipnya ada dua, yaitu dilakukan pompa air bagi lahan yang dimungkinkan masih memiliki sumber air dan sumur bor bagi lahan yang tidak memiliki aliran air di sekitar persawahan,” ujar Bustanul.
Dijelaskan, Pemprov Sulsel sementara memfokuskan penanganan dengan menyalurkan kurang lebih 300 unit pompa air dan pembangunan kurang lebih 100 titik sumur bor di wilayah yang mengalami kekeringan.
Intervensi tersebut untuk memastikan lahan pertanian yang masih memiliki potensi produksi tetap mendapatkan pasokan air sehingga tanaman padi tidak mengalami kerusakan lebih parah.
“Jadi sementara kita fokuskan kurang lebih 300 pompa air dan bantuan sumur bor kurang lebih 100 titik di seluruh wilayah yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau dan dampak El Nino ke depan,” jelasnya.
Bustanul mengungkapkan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah kondisi sejumlah kawasan jaringan irigasi teknisnya belum optimal. Gangguan pada jaringan irigasi, khususnya dari bagian hulu, dapat berpengaruh terhadap pasokan air hingga ke lahan persawahan di bagian hilir.
“Makanya sekarang kita lakukan penanganan jangka pendek, pompa air dan sumur bor digunakan untuk mengalirkan air ke lahan yang membutuhkan,” ungkapnya.
“Di hulunya, Pemprov Sulsel sementara melaksanakan pembangunan dan perbaikan irigasi yang masuk dalam Multiyears Project, sekitar 39 daerah irigasi dan sekitar 54.000 hektare sawah di seluruh wilayah yang mengalami gangguan jaringan irigasi,” tambah Bustanul.
Sementara di sisi hilir, intervensi langsung dilakukan melalui pompanisasi dan pembangunan sumur bor pada titik-titik yang membutuhkan. “Hilinya itu tim langsung eksekusi di lapangan melalui bantuan pompa air dan sumur bor,” cetusnya. (*)


