Beritasulsel.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi tentang pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi briket biomassa di Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. 27/7/2026.

Kegiatan bertajuk “Peran Peternakan sebagai Pendukung Sektor Pertanian dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Pattallassang melalui Pemanfaatan Limbah Organik Bernilai Ekonomi” itu diikuti aparat desa, kelompok tani, peternak, dan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pemanfaatan limbah organik, seperti kotoran sapi dan tongkol jagung, menjadi briket biomassa sebagai bahan bakar alternatif yang memiliki nilai ekonomi. Inovasi ini diharapkan tidak hanya mampu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep Zero Waste Farming, yakni sistem pertanian dan peternakan terintegrasi yang mengoptimalkan pemanfaatan seluruh hasil dan limbah sehingga tidak ada sumber daya yang terbuang.

Pada konsep tersebut, tongkol jagung dapat diolah menjadi briket biomassa, jerami dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara kotoran sapi diolah menjadi pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan lahan pertanian.

Selain penyampaian materi, peserta juga diperkenalkan secara langsung dengan tahapan pembuatan briket berbahan kotoran sapi dan tongkol jagung. Proses tersebut meliputi pengumpulan bahan baku, pengeringan, pencampuran dengan perekat alami, pencetakan, hingga pengeringan akhir sebelum produk siap digunakan atau dipasarkan.

Mahasiswa KKN berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara bijak sekaligus mendorong pemanfaatan potensi sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui penerapan konsep Zero Waste Farming, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus mewujudkan lingkungan desa yang lebih bersih, produktif, dan berkelanjutan. (*)