Beritasulsel.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Elini Nuraisa Fitri dari Fakultas Teknologi Pertanian, melaksanakan program kerja individu berupa edukasi dan demonstrasi pembuatan sirup nanas dengan metode blanching di Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah sekaligus memperkenalkan teknologi pengolahan pangan yang sederhana dan mudah diterapkan.

Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pemanfaatan potensi buah nanas yang melimpah di Desa Pattallassang. Nanas termasuk komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun
merupakan buah yang mudah rusak akibat kandungan airnya yang tinggi.

Oleh karena itu, pengolahan nanas menjadi sirup menjadi salah satu alternatif untuk memperpanjang masa simpan sekaligus meningkatkan nilai jual hasil panen. Selain itu, buah nanas mengandung asam oksalat yang dapat menimbulkan rasa gatal sehingga diperlukan perlakuan awal sebelum diolah.

Dalam kegiatan sosialisasi, masyarakat memperoleh materi mengenai pemilihan buah nanas yang baik, manfaat metode blanching, formulasi sederhana pembuatan sirup, hingga teknik pengemasan produk. Metode blanching dijelaskan sebagai proses pemanasan singkat yang mampu membantu menurunkan kadar asam oksalat, menonaktifkan enzim penyebab pencoklatan, membersihkan permukaan bahan, serta mempertahankan mutu warna dan kualitas produk olahan.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan sirup nanas. Mulai dari pengupasan dan pencucian buah, proses blanching, penghancuran buah, penyaringan sari nanas, penambahan gula dan CMC, kemudian pemanasan hingga sirup mengental sebelum dikemas dalam
botol yang bersih. Demonstrasi ini bertujuan agar masyarakat dapat memahami setiap tahapan proses pengolahan dan mampu mempraktikkannya secara mandiri.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Desa Pattallassang. Materi yang disampaikan dinilai mudah dipahami karena disertai praktik secara langsung, sehingga peserta dapat melihat dan mengikuti setiap tahapan pembuatan sirup nanas. Selain itu, bahan baku yang digunakan mudah diperoleh di desa, sehingga masyarakat memiliki peluang untuk menerapkan teknologi sederhana ini sebagai salah satu alternatif pengolahan hasil panen nanas yang bernilai ekonomi.

“Sebagai mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, saya ingin mengimplementasikan ilmu yang telah saya pelajari di perkuliahan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Edukasi mengenai metode blanching ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dalam mengolah nanas menjadi produk yang lebih berkualitas,” ujar Elini Nuraisa Fitri.

Melalui program kerja ini, diharapkan masyarakat Desa Pattallassang dapat memanfaatkan potensi nanas menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, sekaligus mendorong tumbuhnya usaha pengolahan pangan berbasis potensi lokal. Penerapan metode blanching diharapkan menjadi teknologi tepat guna yang sederhana, mudah diterapkan, dan mampu mendukung
peningkatan kualitas produk sirup nanas yang dihasilkan masyarakat. (*)