Beritasulsel.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengedukasi petani di Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, mengenai pentingnya mengetahui tingkat keasaman atau pH tanah sebelum melakukan pemupukan.
Edukasi tersebut dikemas melalui program kerja individu bertajuk SAPA TANI (Sosialisasi Pentingnya pH Tanah bagi Petani) yang dilaksanakan di Dusun Kalumpang pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini diikuti masyarakat setempat, khususnya para petani.
Program SAPA TANI hadir sebagai respons atas masih banyaknya petani yang berfokus pada pemberian pupuk tanpa terlebih dahulu mengetahui kondisi pH tanah. Padahal, tingkat keasaman tanah berperan penting dalam menentukan ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman sehingga memengaruhi efektivitas pemupukan dan hasil panen.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan materi mengenai konsep dasar pH tanah, pengaruhnya terhadap penyerapan unsur hara, dampak tanah yang terlalu asam maupun terlalu basa, serta langkah-langkah sederhana untuk menjaga kondisi pH tanah agar sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif menggunakan media presentasi dan buku saku sehingga mudah dipahami oleh peserta.
Selain sosialisasi, para petani juga diajak mengikuti demonstrasi penggunaan soil pH meter untuk mengukur tingkat keasaman tanah secara langsung. Melalui praktik tersebut, peserta diperlihatkan cara menggunakan alat, membaca hasil pengukuran, hingga memahami pentingnya mengetahui kondisi pH tanah sebelum menentukan jenis pupuk maupun langkah pengelolaan lahan.
Kepala Dusun Kalumpang, Wanda, mengapresiasi kegiatan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru kepada petani mengenai pentingnya pH tanah sebelum melakukan pemupukan. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan oleh masyarakat sehingga pengelolaan lahan menjadi lebih baik dan hasil pertanian dapat terus meningkat,” ujarnya.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin berharap program SAPA TANI dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya menjaga kualitas tanah.
Melalui pemahaman mengenai pH tanah, petani diharapkan mampu mengelola lahan secara lebih tepat, meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, serta mendukung produktivitas pertanian yang berkelanjutan di Desa Pattallassang. (*)


